Resensi Film “Ada Apa Dengan Cinta 2” : Si Rangga yang Manipulatif

EMPAT belas tahun telah berlalu tetapi perasaan hati Cinta tidak berubah sedikitpun kepada Rangga yang telah meninggalkannya ke New York. Walaupun telah hadir Trian, sosok lelaki pengisi hatinya, nyatanya darah muda masih berdesir membayangkan setiap asmara puitis sejak masa putih abu-abu.

Satu box berwarna cokelat memberikan isyarat kecil tentang kisah yang terjadi setelah kepergian Rangga dan adegan fenomenal kejar-kejaran di bandara itu. Cinta tetap menjalin asmara dengan Rangga, bahkan sempat menghabiskan waktu bersama di New York tetapi mendadak sang pujangganya itu melalui surat menyatakan harus menyudahi kisah roman mereka.

Di sisi lain, Alya ternyata telah tiada. Keputusan yang tepat walau terkesan memaksa. Semua dikarenakan Lady Cheryl memilih pendidikannya ketimbang kembali ke ranah dunia seni peran. Tidak apa-apa, dia sendiri toh sudah sering bermain-main dengan Edwin dalam Kara, Anak Sebatang Pohon (2005), Babi Buta yang Ingin Terbang (2008), dan Kebun Binatang (2012).

Maka, cerita dimulai ketika Cinta memutuskan bahwa geng mereka perlu mengadakan liburan bersama apalagi setelah Karmen tertangkap basah mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Mereka membutuhkan kegiatan bersama setelah sekian lamanya jarang berkumpul bersama. Yogja adalah pilihan yang dirasa tepat dikarenakan ada pameran seni yang hendak dihadiri oleh Cinta.

Jogyakarta menjadi titik pertemuannya dengan Rangga  seakan semesta mengizinkan mereka bersama kembali walau saat itu Cinta telah bertunangan dengan Trian. Dalam satu malam mereka kembali berkisah mengenai hidup seperti Trilogi Before, walau memang tidak sepadat itu tetapi teknik penceritaan yang diambil saya rasa menjadi tepat untuk mengingatkan kembali para kawula muda mengenai ‘cinta monyet’.

Berbicara mengenai keseluruhan suguhan yang paling dinanti selama empat belas tahun ini sebenarnya kurang memuaskan bagi saya secara pribadi dikarenakan cheesy element nya, dialog-dialog yang tidak dewasa, maupun product placement nya yang menganggu. Oleh karena itu, marilah kita berbicara mengenai sesosok bernama Rangga – seorang pujangga yang pandai sekali bermain kata dan hati seorang wanita.

*

SIAPA sih wanita yang tidak akan jatuh hati dengan puisi-puisi romantis serta wajah tampan seperti Rangga. Tidak! saya sedang tidak berbicara mengenai pemikiran-pemikiran dangkal tentang cinta tetapi kita sedang masuk ke dalam dunia drama, maka jangan salahkan kalau banyak wanita wara wiri ingin diberikan sebuah puisi klasik untuk hanya sekedar membuktikan cinta sang pria kepadanya setelah menonton film ini. Padahal lebih dari itu Rangga adalah seorang pria manipulatif yang egois – dengan kekuatan ‘kata’ dia berhasil merebut hati Cinta tanpa perlu bersusah payah membuktikan dirinya. Lantas apakah Cinta adalah seorang wanita naif yang termakan oleh kata-kata manis bualan pria?, jawabannya jelas diantara kata “ya” dan “tidak” tergantung bagaimana anda sekalian mempersepsikannya.

Tetapi ini kan memang ‘cerita mengenai takdir antara dua pasang manusia!’.

Kembali lagi kita berbincang mengenai sosok Rangga. “Kenapa saya bisa bilang dia adalah sosok manipulatif?“. Sederhana saja, bayangkan dia telah meninggalkan seorang wanita tanpa kejelasan sekian lamanya lalu kembali hanya dengan bermodal puisi dan perjalanan singkat satu hari untuk kembali mendapatkannya. Inilah kehebatan pria sesungguhnya menurut saya.

Kalau dipikir-pikir ketika di film pertamanya karakter dia pun tidak jauh-jauh dari situ. Kebanyakan memberikan kata manis kepada Cinta lalu terus-terusan menyakitinya, kembali lagi saling memaafkan seperti sepasang pasutri yang telah terpisah jutaan tahun lamanya dan akhirnya bersatu kembali untuk memulai dari awal. Bullshit!.

Well, saya tidak mempersalahkan karakter ini tetapi memang sedang ingin menyudutkan sosok dia untuk melepas segala cengkraman diri mengenai sosok pria romantis masa kini.

*

Saya lagi-lagi tidak bisa banyak berkata mengenai film #aadc2 ini yang tidak lebih dari sekedar cerita bualan mengenai cinta yang hanya mimpi belaka.

Ada Apa Dengan Cinta 2 | 2016 | Durasi: 124 menit | Sutradara: Riri Riza | Produksi: Miles Film, Legacy Pictures | Negara: Indonesia | Pemeran: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Adinia Wirasti, Titi Kamal, Sissy Prescilla, Dennis Adhiswara

Leave A Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *