Bara Tukang Anekdot yang Cantik

ANEKDOT

Satu dua tiga…

Jinjit-jinjit kecil diam-diam merayap dipinggir tembok. Takut merinding gelisah apabila ada suara terdengar sekecil pun. Lirik kanan lirik kiri melihat hal yang tak bisa terlihat. Tarik nafas panjang, jinjit-jinjit kecil lagi dipinggir tembok. Cahaya kecil datang diam-diam menarik nyawa si tukang jinjit pelan-pelan.

Satu tiga dua…

Cicak-cicak di dinding diam-diam merayap memperhatikan si tukang jinjit dengan seksama. Menempel erat tubuh si tukang jinjit di tembok dengan berharap tak dilihat oleh si pembawa cahaya. Keringat menempel membanjiri tembok tak karuan. Lelah pikirnya sama hidup yang kerjanya jinjit-jinjit saja.

Dua satu tiga…

Tiba-tiba datang nyamuk berdengung membuat si pembawa cahaya kesal. Jatuh berguling cahaya yang dibawanya akibat menghalau nyamuk menyerang. Marah marah hina menghina akibat digigit nyamuk. Tepuk-tepuk berusaha membunuh namun beruntung si nyamuk berhasil kabur sambil mendengung mesra menjauh dari telinga si pembawa cahaya.

Dua tiga satu…

Tarik nafas lega si tukang jinjit yang melihat si pembawa cahaya berjalan pelan menjauh.

Tiga satu dua…

Dengung-dengung nyamuk datang menyisiri telinga si tukang jinjit. Risih-risih pengen nepuk dan bunuh tapi takut ketahuan si pembawa cahaya. Jinjit-jinjit kecil lalu terkaget menjerit karena cicak disentuhnya.

Tiga dua satu…

Hap! Lalu ditangkap…

BARA

Satu dua tiga…

Angkat terus menerus biar mandor senang. Capek lelah letih hingga lutut tak sanggup menopang tumpukan kantung beras diatas punggung. Peluh keringat membanjir mengelap tak ada habisnya. Baju lusuh semakin lusuh basah oleh peluh keringat. Matahari tak sahaja padam panasnya.

Satu tiga dua…

Sedang asyik makan melepas capai sejenak disemprot karena tak kunjung bayar hutang. Tak elak dikatai miskin akibat tak punya uang. Sudah diperas tenaga diremuk juga harga dirinya. Dipaksa bekerja tak kunjung dibayar disuruh makan hati pula akibat tak mampu bayar hutang. Sakit rasanya keluhnya dalam hati.

Dua satu tiga…

Wanita bersolek membawa tas jinjing penuh perhiasan mendatangi malam hari. Merajuk mesra minta di gagahi. Uang dikibarkan bagai tak bermata sama sekali. Merajuk nakal menyusuri lekuk tubuh sang lelaki. Uang dikibar-kibarkan kembali. Tak kuat ditahan. Bukan nafsu sahaja tetapi uang semata.

Dua tiga satu…

Peluh keringat menyusuri lehernya dimana jakunnya naik turun. Mendorong-dorong tubuhnya. Maju mundur maju mundur. Diulangi berkali-kali. Rintih merintih tak berhenti merintih. Nafas tak karuan. Digoyong-goyang tubuhnya. Dibalik-balik hingga sama-sama capai keluar sudah semua.

Tiga satu dua…

Lari berlari tak henti ketakutan kesana kemari. dikejar-kejar oleh hansip karena disangka maling akibat kepergok keluar diam-diam dari rumah yang katanya si orang paling kaya punya. Lirik kanan lirik kiri cari jalan pulang biar gak dipukul hansip.

Tiga dua satu…

Panas tubuh panas. Seperti bara api yang sedang membakar tungku panas. Duduk diatas kursi dengan selamat didalam rumah. Ucap syukur puji tuhan walau sudah berbuat maksiat. Namanya usaha biar hidup, halal haram yang penting perut kenyang.

CANTIK

Satu dua tiga…

Molek tubuhnya bersenandung merdu pinggulnya. Golek-golek pantatnya bikin ingat mie remas di toko kelontong deket rumah. Naik turun buah dadanya bikin ngiler gak kuat-kuat. Jalan-jalan kecil tengah malam di gang sempit sendirian bikin nafsu gak kira-kira.

Satu tiga dua….

Jalan pelan-pelan merayap diantara bayang-bayang biar gak ketahuan. Duileh! Pantat petantang pententeng gak keruan. Selangkangan membengkak diselingi bayang-bayang yang bikin ngiler dan konak tak keruan. Gesek-gesek tangan diselangkangan semoga tak ketahuan.

Dua satu tiga…

Diam berhenti bikin kaget jantung sejenak. Tarik nafas pelan-pelan takut telah ketahuan. Si cantik nengok pelan-pelan lalu jerit ketakutan. Tangan megang uler yang tegang gak keruan langsung lari nyosor si cantik yang tengah jerit ketakutan.

Dua tiga Satu…

Paksa maksa diporak poranda pakaian si cantik. Moleh tubuh hilang sudah. Merdu pinggul bikin nyesek hati tak keruan. Pantat tak lagi golek-golek tapi lecet-lecet akibat perbuatan tak senonoh. Buah dada naik turun jadi kembang kempis dipencet-pencet.

Tiga satu dua…

Diam-diam lampu menyala samar-samar terlihat muka si cantik antara bayang-bayang kegelapan. Asyik-asyik sedang membabi buta menyergap sana sini kaget tak keruan ternyata bukan si cantik yang disergapnya melainkan banci yang mukanya tak keruan.

Tiga dua satu…

Lemas ular hilang sudah nafsu semata yang ada penyesalan tak terhingga.

Leave A Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *