Mengenal Social Media Optimization (SMO) dalam Dunia Digital Marketing

Perkembangan dunia digital marketing kian hari semakin pesat diikuti dengan gejolak permintaan pasar yang menuntut iklan berbasis digital. Harga yang relatif murah ketimbang iklan pada media konvensional (seperti: televisi, radio dan/ atau bioskop) menjadi salah satu pertimbangannya belum lagi penentuan market (audiens) yang lebih tersegmentasi jadi nilai tambah bagi perusahaan.

Tetapi sayangnya, masih banyak yang belum memahami ada perbedaan besar dalam melakukan iklan di media konvensional dan media digital. Bila kita mau mengiklan di media konvensional, data telah tersedia, dalam bentuk demografis, audience profile, dsb-nya sementara media digital lebih beragam, ada banyak jenis meliputi berbasis google atau media sosial. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dan cara yang berbeda pula.

Pertama, google. Dalam melakukan iklan atau yang biasa disebut ‘optimization’ memiliki dua cara, yaitu Google Ads dan Search Engine Optimization (SEO). Kedua cara ini memiliki satu tujuan, yaitu meningkatkan nilai traffic cliks ke website terkait. Perbedaannya, Ads dilakukan dengan cara kita beriklan di google atau dengan kata lain membayar google agar membuat produk atau website kita berada dalam satu kolom di page halaman pertama. Sementara, SEO menekankan pada sisi konten digital dengan membangun klik dan kata kunci (keywords) tertentu yang pastinya membutuhkan waktu lebih lama.

 Berikut contoh Google Ads dan SEO pada keyword ‘News’

Dibandingkan SEO, Social Media Optimization (SMO) masih jarang didengar banyak orang. Padahal SMO menekankan pada peningkatan nilai brand dalam media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Google+ dan LinkedIn. Tujuannya tidak hanya untuk mengkonversi ke dalam website namun juga meningkatkan engagement audiens (market khalayak), dalam bentuk like, share, dan comments.

SMO di mata saya lebih menekankan pada sisi konten yang kreatif serta dinamis dan fleksibel. Bedanya dengan Google, pengiklan atau dalam hal ini disebut Agensi tidak bisa curang untuk menaruh konten pada halaman pertama karena sifat media sosial (Facebook dan Instagram) yang tidak berurutan namun mengacak pada ketertarikan pengguna.

Pasar media sosial memang masih lebih dominan dikuasai oleh perusahaan yang dibangun Mark Zuckeberg, selain karena penggunanya yang telah mencapai jutaan, harga untuk iklan berbayar pun terbilang sangat murah dibandingkan kompetitornya, seperti Twitter Ads dan Google Ads.

Lantas bagaimana untuk membuat perencanaan SMO agar sukses?

DEFINISIKAN GOALS DAN OBJEKTIF

Langkah paling awal dalam melakukan SMO adalah menentukan goals dan objektif yang ingin kamu capai.

Goals dalam SMO harus terukur dan relevan dengan produk yang ingin dikembangkan. Misalnya, meningkatkan awareness produk atau meningkatkan pengikut pada fan page sebesar 100% dalam waktu satu semester. Goals yang terukur akan menentukan objektif yang baik pula. Jangan membuat goals yang tidak logis!

Sementara objektif merupakan apa yang ingin kamu capai dalam kurun waktu tertentu yang juga bisa dihitung dan logis. Buatlah objektif yang memenuhi kriteria S-M-A-R-T (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-BoundI). Misalnya, meningkatkan nilai penjualan sebesar 50% dalam waktu satu semester.

Tentukanlah objektif dan goals yang sesuai dengan kemampuan serta budget.

TENTUKAN AUDIENS

Jangan lupa buat audiens yang sesuai dengan kebutuhan. Tentukan dengan rinci, market yang kamu ingin raih. Contoh, kamu ingin meraih pangsa pasar generasi milenial tentu umur target merupakan mereka yang berusia 17 – 34 tahun. Setelah itu tentutukan apa pekerjaan mereka, penghasilan, pengeluaran, ketertarikan (interest), kebiasaan (habits), wilayah tempat tinggal (demografis), dsb. Semakin rinci kamu menentukan audiens maka semakin besar peluang kamu melakukan SMO dengan baik, sukses dan murah.

RISET CALON KOMPETITOR

Langkah paling utama dan krusial namun kerap dilupakan. Menentukan posisi dalam pasar merupakan hal yang perlu kamu cari. Lihat produk sejenis apa yang telah beredar dan analisis dengan menggunakan penerapan S-W-O-T (Strength, Weakness, Opportunity, dan Weakness) lalu bandingkanlah dengan produk yang sedang kamu buat, tentukan opportunity kamu bila berada dalam segmen yang sama.

Analisis secara detail akan memberikan kamu gambaran bagaimana perusahaan/brand kedepannya. Jangan ragu untuk mengulik kampanye digital yang mereka gunakan bila perlu gunakan kata kunci atau hashtag umum yang kerap mereka gunakan. Jangan gunakan hashtag personal mereka!

PELAJARI MEDIA SOSIAL YANG AKAN DIGUNAKAN

Setiap media sosial memiliki persona yang berbeda sehingga perlu perlakuan yang berbeda juga. Facebook memiliki banyak fitur, seperti notes, album, dsb nya sementara Twitter membatasi pembuatan konten sebanyak 140 kata. Apakah brand yang kamu buat membutuhkan banyak tulisan? Atau tidak? Lalu Instagram lebih mengedepankan foto dan terkadang konten (caption) jarang dilirik sehingga konten Infografis lebih menang bila kamu ingin memasukkan unsur informasi.

Build community merupakan hal paling krusial bila kamu ingin menang di setiap media sosial. Bergabunglah dengan banyak group yang tersedia agar dapat membagikan konten hingga viral. Cara ini tidaklah instan.

Pikirkan apakah kamu membutuhkan iklan berbayar, dalam hal ini Facebook Ads bisa mengakomodasi fitur pada Facebook dan Instagram. Facebook Ads masih dianggap sebagai pengiklan berbayar terbaik bagi banyak pihak.

BUATLAH KAMPANYE DIGITAL RINCI

Ketika telah memiliki goals dan objektif serta menentukan channel media sosial, kini kamu bisa ke langkah selanjutnya, yaitu membuat perencanaan kampanye bagi brand. Kampanye digital ini biasanya berada dalam satu periode waktu (rata-rata satu semester).

Buatlah tema-tema setiap bulannya yang kemudian diturunkan menjadi perminggu. Apa tema konten yang ingin dibuat pada bulan ini? Adakah hari khusus di bulan itu? Pertanyaan sesederhana apapun akan menentukan kualitas kampanye. Lakukan secara tematik dan perhatikan konsistensi setiap post. Jadwalkan dalam perminggu atau perhari berapa postingan yang ingin dibuat.

KONTEN

Seperti yang telah saya utarakan tadi, konten merupakan hal paling utama dalam media sosial. Konten yang kreatif akan lebih disukai belum lagi yang up to date dan sedang viral. Tentunya seorang agensi yang baik harus sering-sering membuka media sosial dan mencari tahu apa yang tengah viral setiap harinya.

Bila media sosial yang dipegang adalah Facebook dan/atau Twitter (dengan produk berupa website berita) maka penggunaan bait clicks menjadi saran terbaik agar meraih atensi dari netizen. Usahakanlah gunakan bait clicks yang tidak terkesan merendahkan, seperti sexist, body shamming, atau menyudutkan pihak tertentu karena akan mempengaruhi citra brand juga.

Kata-kata seperti “MENGEJUTKAN”, “HEBOH”, dan “UNIK” banyak digunakan untuk mendapatkan perhatian netizen agar mau mengklik atau membaca berita/konten. Gunakan selalu headline (dengan capital) disertai emphasis yang menimbulkan penasaran. Konten seperti ini biasanya disebut dengan istilah ‘wording’.

Leave A Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *