Rekomendasi Drama Korea 2018 Terbaik Januari – April

Rekomendasi Drama Korea 2018 terbaik sebenarnya wujud dari perekaman data tontonan yang telah saya tonton sepanjang tahun ini dan diharapkan akan terus saya lakukan kedepan karena semenjak pertengahan tahun lalu, saya mulai menikmati drama Korea (drakor) dengan ragam genre yang telah saya ulas beberapa di situs ini. Lambat laun saya mulai sadar pola penceritaan yang terus berulang, misalnya karakter pria dingin dan wanita riang. Nyaris semua drakor memakai teknik ini, karena itu saya lebih selektif dalam memilih tontonan, terlepas dari rating dan pemain. Toh, saya juga gak terlalu akrab dengan aktor-aktris Korea juga sungkan untuk melihat angka rating.

Saat ini saya baru menemukan setidaknya ada 5 drama korea terbaik 2018 di mulai dari Januari – April. Pemilihan daftar tontonan ini didasarkan beberapa alasan. Pertama, karakter wanita menonjol dan berperan penting dalam cerita. Lalu, pembagian peran antara aktor wanita dan pria tidak timpang. Terakhir, bukan merupakan lanjutan dari musim pertama atau antologi serial. Berikut ini daftar drama korea 2018 terbaik menurut versi saya.

5. Drama Korea Mother

Remake dari drama Jepang berjudul sama, Mother (2018) berkisah Hye-Na (Heo Yool), anak SD yang mengalami kekerasan oleh ibunya, Ja Young (Ko Sung-Hee) serta selalu dirisak teman sekelasnya. Soo-Jin (Lee Bo-Young), guru baru di sekolahnya menyadari kejanggalan perilaku Hye-Na. Dia memutuskan untuk menculik Hye-Na dengan mengakali kematian bocah tersebut dan membuat ibu serta kekasihnya, Seol Ak (Son Seok-Koo) menjadi calon tersangka.

Saya belum atau mungkin tidak akan pernah menonton drama aslinya yang dari Jepang itu. Namun, alur cerita selama dua episode terajut rapih walau cerita terkesan agak lambat. Permainan emosi sangat menonjol disini. Keakraban Hye-Na dan Soo-Jin merupakan entitas dari tokoh anak yang luka karena orang tuanya.

Kepiawaian pemain dalam memerankan karakternya juga mengena. Misalnya, Son Seok-Koo, aktor pendatang baru yang menjadi tokoh antagonis ini memiliki karisma sendiri. Bagi yang awam mungkin tidak mengenal sosoknya namun sepak terjang karirnya pertama kali terekspos kala beradu peran bersama Donna-Bae di serial Sense 8.  Selain itu, Lee Bo-Young juga mengingatkan kita kembali pada perannya sebagai seorang ibu yang kehilangan anak di God’s Gift 14 Days. Dengan total 16 episode yang telah rampung, drakor Mother siap membuat mata penontonnya sembab.

4. Drama Korea Welcome to Waikiki

Siapa sangka ternyata drama berkisah hidup tiga pemuda, Kang Dong-Goo (Kim Jung-Hyn), Cheon Joon-Ki (Lee Yi-Kyung) dan Bong Doo-Sik (Son Seung-Won) di rumah singgah mereka ini akan sangat menghibur dan mengundang gelak tawa. Permasalahan dimulai ketika menemukan bayi misterius tergeletak begitu saja di kamar mereka. Akibat teler, mereka tidak memiliki ingatan apapun mengenai bayi perempuan itu.

Welcome to Waikiki (2018) bisa dibilang sangat sederhana dalam menyampaikan kisah komedi romantisnya. Disini aktor utama dan pendukunglah yang menghidupkan serial melalui guyonan yang terkadang receh dan tidak masuk logika namun mujarab menyampaikan lawakannya. Melalui tokoh Kang Seo-Jin (Go Won-Hee), adik Dong-Goo yang memiliki pertumbuhan kumis sangat cepat akan tampak karakter perempuan juga dominan dan tidak bisa diremehkan. Begitu pula tokoh Han Yoon-A (Jung In-Su) sebagai orang tua tunggal yang harus menghidupi anak semata wayangnya.

Walaupun masih berkutat pada kisah percintaan yang nampak akan bermuara ke arah mana. Drama korea ini masih bisa dinikmati oleh kamu yang ingin menyantap tayangan tanpa perlu menguras daya pikir sebab hanya perlu tertawa terbahak-bahak saja. Saat ini Welcome to Waikiki sudah berjalan hingga 14 episode dan akan berakhir di bulan April dengan total 20 episode.

3. Drama Korea A Poem A Day

Entah bagaimana saya selalu kedapatan menyukai drama besutan stasiun televisi tvN. Mungkin karena ceritanya yang terasa realistis dan tidak berlebihan. Maka daftar selanjutnya adalah A Poem a Day (2018) yang mengisahkan kehidupan para fisioterapis, perawat dan pakar radiologi. Setelah berbondong-bondong drakor menyajikan kehidupan para dokter bedah, dari rumah sakit nasional hingga kecil di pelosok akhirnya kita bertemu dengan para dokter di bidang yang kerap diremehkan rekan sejawatnya.

Mengisahkan Woo Bo-Young (Lee Yoo-Bi), pecinta puisi ini terpaksa menjadi fisioterapis karena terhimpit masalah finansial. Dia berusaha keras menjadi dokter tetap di rumah sakit tempatnya bekerja walau kemampuannya sama sekali tak pernah diakui. Hingga kedatangan Ye Jae-Wook (Lee Joon-Hyuk), dokter fisioterapis baru yang mengubah keadaan itu karena tertarik dengan puisi-puisi dan karakter Bo-Young. Masalahnya kemunculan Shin Min-Hoo (Jang Dong-Yoon), peserta pelatihan di rumah sakit ia bekerja akan menjadi pengganggu karir Bo-Young.

Jauh dari adegan operasi, drakor a poem a day lebih fokus pada intrik dan stigma yang dihadapi dokter tanpa gelar speasialis. Jujur, drama ini sungguh ketebak bagaimana akhir kisahnya nanti tapi karena wujud fisioterapis yang jarang diangkat bisa menjadi potensi sendiri bagi perkembangan cerita nantinya. Bagi saya pribadi, peran Jae-Wook yang sangat berbeda di drama ini dari Stranger (2017) adalah alasan saya menonton dan juga sedikit terhibur dengan kumpulan puisi di dalamnya. Walau agak terganggu dengan karakter wanita yang pematih.

2. Drama Korea Live

Mengisahkan dilema perjalanan hidup anggota kepolisian, Live (2018) mengajak penontonnya untuk menyalami kehidupan dari sebelum hingga sesudah seseorang dinyatakan anggota polisi. Menariknya, naskah ditulis benar-benar seimbang dengan kata lain tidak berusaha membenarkan dan menggurui penonton soal benar atau salah atas tindakan para polisi. Penonton dituntun untuk memahami bagaimana proses pengambilan keputusan secara singkat yang harus dilalui mereka.

Kisah berawal dari Han Jung-O (Jung Yu-Mi) dan Yeom Sang-Soo (Lee Kwang-Soo) yang memulai karir mereka di kantor kepolisian Hongil bersama mentor mereka, Oh Yong-Chan (Bae Sung-Woo). Mereka bertiga masing-masing memiliki beban hidup, Jung-O dengan ibunya yang memiliki masalah kesehatan mental, Sang-Soo yang ditinggal kakak lelakinya dan kini hidup dengan ibunya serta Yong-Chan yang harus bercerai dengan istrinya, An Jang-Mi (Bae Jong-Ok).

Drama satu ini berjalan sangat lambat karena pendekatan karakter dilakukan benar-benar detail dan personal. Misalnya, mengenalkan karakter Jung-O dan Sang-Soo dari awal mereka tidak mendapatkan pekerjaan dan memilih menjadi polisi lalu menjalani kehidupan sebagai anggota pelatihan saja sudah memakan dua episode. Beragamnya karakter juga menjadi nilai lebih karena setiap tokoh punya kekhasan sendiri yang bila disebutkan satu-satu akan sangat panjang. Dari yang penuh karisma hingga tukang korup. Kasus-kasus yang disajikan juga dekat dengan isu sosial, misal kekerasan antar pelajar, pelacuran dan perdagangan manusia.

1. Drama Korea My Mister

Best Korean drama I’ve watched so far this year. Kalimat itu keluar ketika saya menyelesaikan episode pertamanya yang berdurasi 90 menit. My Mister atau My Ajusshi mengisahkan perjuangan hidup dua orang yang diterpa tragedi. Lee Ji-An (IU) terjebak oleh masa lalunya dan Park Dong-Hoon (Lee Sun-Kyun) terancam karir dan pernikahannya. Lantas dengan konflik sederhana itu mengapa drama ini bisa dikatakan bagus?

Pertama, tidak seperti drama sejenis yang memiliki ragam konflik disetiap episodenya, drakor yang baru mengudara akhir bulan lalu ini benar-benar fokus pada satu masalah serta penyelesaiannya. Lalu, dua saudara laki-laki Dong-Hoon, yaitu Park Sang-Hoon (Park Ho-San) dan Park Gi-Hoon (Song Sae-Byeok) bukan sekedar pemanis cerita tetapi mereka turut menjadi karakter utama dalam cerita yang berdiri sendiri. Serta, kehidupan dan pengembangan karakter Ji-An yang tidak tertebak menjadi daya tarik bagi saya. Terakhir, adegan kekerasan dihadirkan secara eksplisit dan bahkan sangat vulgar melihat Ji-An yang dipukul dan ditendang. Beberapa alasan ini yang menjadikan saya sangat menunggu-nunggu episode terbarunya setiap minggu.

Realitis dan terbuka dalam menyajikan cerita adalah keunggulan drakor My Mister. Walaupun malah menjadi kontroversi bagi penonton akibat adegan kekerasan dan juga diduga akan ada bumbu percintaan antara Ji-An dan Dong-Hoon yang usianya terpaut jauh. Namun menurut saya malah dua masalah ini yang menjadikan drama korea ini terbaik karena berani menyajikan secara nyata isu-isu sosial yang terjadi di sekitar kita.

Jangan lupa juga, lagu penggiring yang benar-benar pas untuk menuntun kita menikmati pendalaman karakter yang dilakukan IU dan Sun-Kyun. Lagi pula sepanjang empat episode, belum terlihat apakah benar akan ada hubungan romantis antara Ji-An dan Dong-Hoon melainkan hanya tarik-ulur dua orang yang sama-sama terluka? Drama My Mister bisa dibilang sangat irit dialog karena condong bermain visual ekpresi para pemainnya.

Itulah beberapa rekomendari drama korea 2018 terbaik menurut versi saya yang layak menjadi teman tontonan setiap minggunya.

Leave A Response

2 Responses

  1. Mother, Waikiki, dan Ahjusshi Suka banget baca rekomendasi drakornya kak Kukuh, bahasa cenderung formal tapi gak ribet dan enak dibaca. Kapan-kapan review film -film Korea yang ceritanya soal kejahatan/gangster (yang terbaik menurut kak Kukuh) dong kak hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *