Drama Korea Prison Playbook (2017) – Review

Dari Kiri ke Kanan: Kim Je-Hyeok (Park Hae-Soo), Kapten Yoo (Jung Hae-In), Yoo Han-Yang (Lee Kyu-Hyung), Kim Min-Cheol (Choi Moo-Sung), dan Kaiseuteu (Park Ho-San)

Disutradarai Shin Won-Ha, tangan dingin pembuat seri Reply, drama korea terbarunya yang berjudul Prison Playbook (judul lain: Wise Prison Life) ini tampak memanusiakan para tahanan yang telah melakukan tindak kriminal, dimulai dari pencurian, penggunaan narkoba, hingga pembunuhan. Beragamnya karakter tidak menyurutkan drama berjumlah 16 episode ini untuk menyuguhkan kisah masa lalu setiap pemain dengan hangat. Tidak hanya menguras air mata, drama produksi saluran televisi tvN ini juga mengundang gelak tawa kala menyaksikan kelakuan konyol para tahanan.

Mengisahkan Kim Je-Hyeok (Park Hae-Soo), pelambung bola (pitcher) terbaik Korea yang mendekam di penjara akibat didakwa melakukan kekerasan berlebihan yang menjurus pembunuhan kepada pelaku penyerang seksual adik perempuannya. Je-Hyeok bersama sahabatnya Lee Joon-Ho (Jung Kyoung-Ho), sipir di Penjara Seobu berusaha bertahan hidup dan berbagi kisah dengan tahanan lain di dalam satu sel sempit.

Namun, karena popularitas Je-Hyeok, beberapa tahanan merasa dirinya diistimewakan walaupun mendapatkan sel dan perilaku yang sama. Suatu ketika, ia ditikam Ddolmani (Ahn Chang-Hwan) yang berimbas pada kerusakan saraf lengan kirinya yang selalu digunakan untuk melempar bola. Dibantu para tahanan dan sipir di penjara, ia hendak menumbuhkan semangat dan motivasinya kembali sebagai pemain baseball.

Kisah Para Tahanan di Penjara

Prison Playbook tidak hanya berfokus kepada perjalanan karir dan percintaan Je-Hyeok belaka tapi juga setiap tahanan mendapatkan porsi penceritaan dan mau tak mau kita turut berempati. Sebagai lambang tempat yang penuh kekerasan, penjara ternyata bisa menjadi rumah hangat untuk berbagi cerita. Kontroversial dalam drama korea ini adalah sosok pria gay, Yoo Han-Yang (Lee Kyu-Hyung) yang menjadi sorotan karena tingkah konyolnya akibat efek menggunakan narkoba.

Dari Kiri ke Kanan: Song Ji-Won (Kim Joon-Han) dan Song Ji-Won (Kim Joon-Han)

Tidak tanggung-tanggung percintaannya dengan Song Ji-Won (Kim Joon-Han) pun mendapatkan porsi seimbang dengan karakter lainnya. Berbeda dengan drama korea sejenis yang kerap menampilkan ‘kecenderungan pasangan gay’ sebagai sosok bromance belaka yang juga dilakukan oleh sang sutradara dalam Reply 1997 (2012) dan Reply 1994 (2013) atau cinta tak berbalas dalam Reply 1988 (2015-2016). Prison Playbook menjadi momen bagi saluran televisi populer di Korea untuk menampilkan karakter homoseksual yang tidak menghakimi, mendiskriminasi dan penuh steorotipe negatif, karena tidak sulit untuk mencintai karakter Han-Yang terlepas dari orientasi seksualnya.

Sipir Paeng (Jung Woong-In)

Lucunya lagi, ketimbang karakter Je-Hyeok yang harusnya menjadi sorotan dalam drama ini, bagi saya malah sipir Paeng (Jung Woong-In) yang menjadi perhatian terbesar. Sosoknya yang identik tidak ada wibawanya bahkan kerap berkata kasar namun diam-diam sangat memerhatikan kesejahteraan para tahanan dan bisa dikatakan sebagai sosok ayah di penjara.

Sipir Paeng merupakan tali untuk merajut kisah para tahanan selain Je-Hyeok. Ia menjadi sosok yang peduli terhadap Han-Yang yang hendak melepas ketergantungan narkoba, mempercayai kebenaran kasus Kapten Yoo (Jung Hae-In) yang dituduh membunuh yuniornya, dan memanusiakan Kim Min-Cheol (Choi Moo-Sung), tahanan yang sempat menerima hukuman mati lalu kemudian diremisi menjadi 25 tahun.

He is the heart of the show and we can’t resist to not love him more and more, and crying so hard in the last episode. Penghargaan terakhir Je-Hyeok kepada sipir Paeng menjadi bukti bahwa sang sutradara pun turut menjadikan karakter ini sebagai jantung dari drama Prison Playbook.

Bukan berarti juga karakter Je-Hyeok tertutup akibat banyak karakter yang gemilang. Park Hae-Soo mampu menghidupkan karakter pelambung bola yang kecewa akan kemalangan hidupnya tapi juga berempati terhadap sesamanya. Je-Hyeok tergambarkan sebagai sosok pria sederhana yang lambat dalam berpikir dan tidak memiliki kemampuan apapun selain bermain baseball. Bahkan ia menjadi teman dekat Han-Yang dan satu-satunya orang yang bersedia meminjamkan paha untuk Han-Yang tiduri.

Tidak hanya itu saja, Je-Hyeok kerap membantu sesama tahanan dengan diam-diam walaupun perlu memanfaatkan popularitasnya sebagai selebritis bahkan juga mengancam masa tahanannya. Hal itulah yang membuat ia begitu dicintai dan dilindungi sesama tahanan lainnya. He is a hero who think he is not. Segala hal yang dilakukannya bersifat impulsif dan akhirnya ia menjadi karakter yang paling naif dibandingkan tahanan lainnya.

Membandingkan dengan Drama Lainnya

Selaku penonton, ini pertama kalinya saya merasa sangat begitu tersentuh dan mencintai setiap karakter dalam satu drama. Sebut saja serial serupa milik Netflix Orange Is the New Black yang paling banter hanya tiga atau lima orang saja yang akan saya ingat dan merasa empati pada mereka. Sementara Prison Playbook mampu membuat saya mengasihani Ddolmani, menolerir Dokter Go (Jung Min-Sung) yang sering kali membuat petisi dan berujung menyusahkan tahanan lainnya, menangis hebat terhadap hubungan Jean Valjean (Kang Seung-Yoon) dan Min-Cheol, kehilangan berat Kaiseuteu (Park Ho-San), dan tertawa keras terhadap kecepatan berbicara sipir Song (Kang Ki-Doong).

Setiap karakter mampu mencuri perhatian disetiap episode dan itulah keunggulan drama korea ini yang tidak dimiliki drama sejenisnya. Bisa dibilang Prison Plabook adalah salah satu drama korea paling diverse dan versatile, dari segi penceritaan dan penokohan. Sampai saat ini saya belum bisa menemukan drama korea serupa dibandingkan dengan drama lain yang sering memiliki cerita atau karakter utama sama, misalnya Signal (2016) dengan Tunnel (2017) dari segi kasus pembunuhan berantai, Voice (2017) dengan The Guardians (2017) dari segi sosok musuh sosiopat, Radiant Office (2017) dengan Jugglers (2017) dari segi sosok karakter utama prianya.

Shin Won-Ho selaku sutradara dan produser pun memberikan adanya sinyal positif untuk musim kedua Prison Playbook, tergantung dari cerita yang ingin disampaikan. Dan bila menjadi seri pun bisa jadi senasib dengan seri Reply yang berupa antologi. Menghadirkan karakter baru dengan cerita berbeda namun tidak menutup kemungkinan bersinggungan dengan karakter di musim pertamanya. Bila benar demikian saya bertaruh mereka akan berusaha menampilkan kembali Paeng, Joon-Ho, Han-Yang atau Kapten Yoo di musim kedua kelak.

Pada akhirnya, Prison Playbook mengajarkan kepada kita selaku penonton bahwa masa lalu tidak selalu mendefinisikan seseorang. Penjara bukan menjadi label untuk mengatakan seseorang sebagai penjahat. Hal yang terpenting adalah masa kini dan masa depan. Selalu ada kesempatan kedua bagi mereka yang ingin menggapainya. Drama ini mengingatkan kita bahwa selalu ada harapan disetiap himpitan hidup.

Sila menonton dan jangan lupa baca review drama korea lainnya di situs ini!

Han-Yang coming out to Je-Hyeok and Joon-Ho is daebak ~
Leave A Response

Being in love with film and book since his whole life, Kukuh Giaji is a super fan of Doctor Who and dream to be the Doctor-companion someday.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment