Jurnal #9: Borong Buku di Big Bad Wolf 2018

Big Bad Wolf 2018 – Photo by Kukuh Giaji

Untuk kali pertama, akhirnya saya berkunjung ke Big Bad Wolf 2018 (BBW) berkat beberapa ulasan netizen yang cukup baik di lini masa. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang diwarnai keluhan akibat antri untuk membayar yang lama hingga panitia tidak koperatif dengan pembeli. Demi mendapatkan koleksi buku yang saya cari maka bersama dua teman bertandanglah kami ke ICE BSD, Tangerang, sekitar pukul tujuh pagi.

Beberapa pengunjung terlihat hilir mudik di dekat pintu masuk, ada pula yang sudah membawa belanjaan. BBW 2018 memang kembali dibuka selama 24 jam hingga tanggal 9 April 2018. Tak ayal banyak yang memilih untuk berbelanja kala subuh ketimbang siang atau sore hari yang mungkin akan melonjak jumlah pengunjungnya. Kami pun cukup was-was takut ternyata pengunjung sudah membludak mengingat waktu berkunjung (30/03/18) jatuh pada libur panjang. Nyatanya, pengunjung masih sepi dan cukup lenggang untuk mencari buku.

Porsi buku tahun ini masih lebih besar dikategori anak, ketimbang fiksi atau buku lainnya. Dan buat kamu yang mencari buku-buku keluaran tahun 2017-2018 mending segera urungkan niat karena kebanyakan novel fiksi edaran lama, paling banter terbitan 2015-2016. Saya pun dari jauh hari memang sudah menargetkan hanya ingin membeli buku yang pantas dikoleksi, mengingat saya memiliki Kindle dan lebih gemar membaca di perangkat buatan Amazon tersebut.

Tentunya bagi para nerd dan geeks sudah cukup tahu apa saja yang mesti disiapkan, seperti daftar buku yang ingin dibeli, membawa makanan dan minuman, hingga menyiapkan uang tunai atau debit serta mengatur total dana yang akan dikeluarkan. Saya pun telah menyusun sampai 20 judul buku (dan nama pengarangnya) juga memperkirakan dana yang akan saya habiskan. Lantas apakah memang se-worthit itu datang ke Big Bad Wolf 2018?

Harga Kompetitif

Digaung-gaungkan dengan diskon 60%-80%, siapa yang tidak tergiur untuk membeli buku-buku impor yang tersedia di BBW 2018? Melihat unggahan di Instagram pun membuat saya tergiur melihat novel-novel sastra seharga 60 ribu yang padahal harga aslinya bisa jadi 200 sampai 300 ribu. Selain itu, porsi terbitan novel fiksi lebih banyak independen ketimbang terbitan popular dari New Directions, atau sejenisnya. Pasti menjadi surga dunia buat saya yang kesulitan menemukan buku fiksi keluaran terbitan indie. Paling-paling cuman bisa membeli di amazon dalam bentuk digital di Kindle.

Tatto Atlas – Buku yang saya beli di BBW 2018

Novel fiksi khusus dewasa-muda (young adult) pun cukup beragam, tidak cuman sekedar drama romantis saja. Saya menemukan None of The Above nya I. W. Gregorio, berkisah tentang Kristin Lattimer, remaja perempuan yang ternyata intersex. Buku-buku semacam ini tidak akan mudah dicari di toko buku, seperti Gramedia atau Periplus. Mengapa? Karena terlalu niche peminatnya. Sebetulnya saya juga mencari The Apocalypse of Elena Mendoza, History is All You Left Me, dan All Out: The No-Longer-Secret Stories of Queer Teens Throughout the Ages. Sayang tidak saya temukan. Bahkan I’ll Give You the Sun yang sebelumnya saya lihat ada di Instagram mendadak raib ketika saya cari.

Khusus kategori literatur, saya bisa menemukan The Japanese Lover, The Good Earth, The Good Children, dan The Arc of Swallow. Padahal fokus saya mencari buku-buku Han Kang, misalnya Human Acts dan The Vegetarian. Bahkan Lolita pun tidak saya temukan. Lagi-lagi antara stok yang memang telah habis atau memang saya keburu keliyengan mencarinya. Saya pun berhasil membeli 11 buku dengan kisaran harga 60-85 ribu rupiah saja!

 

Beragam Jenis Buku
Novel Grafis di Big Bad Wold 2018

Ada buku apa aja sih di Big Bad Wolf 2018? Apa aja ada! Dari mulai non fiksi, biografi, sejarah, sampai cooking, furniture, dan komik grafis Marvel. Cuman kurang manga aja. Buat kamu para pecinta buku tutorial menggambar atau do-it-yourself (DIY) juga bisa menemukannya disini. Harga yang ditawarkan kisaran ratusan ribu rupiah karena berwarna dengan kertas glossy yang bagus. Saya tak terlalu mengulik judul buku disini. Pokoknya buku yang dijual di Big Bad Wolf banyak banget.

Metode Pembayaran

Tidak seperti dua tahun sebelumnya yang hanya bisa menggunakan kartu Mandiri dan menimbulkan keluhan bagi para pengunjung. Tahun ini, Big Bad Wolf 2018 bisa menggunakan semua kartu debit dari bank manapun yang pasti memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Saya sebagai orang yang cashless pun merasa beruntung bisa membayar dengan kartu debit BCA. Soalnya agak keki dan serem juga bawa setumpuk uang. Selain itu, kamu juga bisa mendaftarkan diri menjadi anggota BBW 2018. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, keuntungan member Big Bad Wold adalah tambahan diskon untuk beberapa judul buku tertentu.

Lama gak antrinya? Gak sama sekali. Walaupun jalur antriannya seakan panjang tetapi karena pengunjung baru mulai muncul sekitar pukul 10, kami berjalan saja dengan santai menuju meja kasir. Bahkan karena ada pembayar yang tidak sadar kalau ada meja kasir di depan yang kosong hingga menimbulkan antrian panjang, saya dengan centil berjalan maju ke depan dan langsung membayar yang diikuti teman saya beserta beberapa pengunjung lainnya. Efek kurang tidur dan belanja di pagi hari tampaknya.

Kesimpulannya, saya merasa sangat puas datang ke Big Bad Wolf 2018. Terlebih lagi benar-benar hanya menguras dana untuk buku, tidak membeli makanan bahkan minuman atau merchandise sama sekali. Selanjutnya, kami memilih untuk mencari makan di AEON bermodalkan Shuttle dari ICE BSD yang gratis.

Leave A Response

Being in love with film and book since his whole life, Kukuh Giaji is a super fan of Doctor Who and dream to be the Doctor-companion someday.

1 Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment