Puisi “Tentang Sanubari”

Wahai Maya ingin Aku berseteru.

Menerobos sang waktu.

Dengan berteriak walau terpasung asa.

Dengan menjerit walau kala teringat jagal.

Dengan Beperangai walau serupa lembu.

Wahai Maya ingin Aku bertikai.

Tatkala menyaksikan sanubarinya habis dimakan gelap.

Tatkala memandang relung hatinya digerogoti muram temaram.

Tatkala memandang kalbunya amblas diakhiri usia.

Wahai Maya Tatkala……

Leave A Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *