Rekomendasi Drama Korea 2018 Terbaik Mei – Juni

Ada beberapa hal menarik mengenai drama korea 2018 terbaik seri kedua yang saya buat ini. Pertama, mayoritas daftar memuat drakor bertema action dan misteri yang tidak jauh dari tokoh jaksa dan detektif. Lalu, saya baru tahu juga dari teman kalau di bulan Mei kebanyakan drakor bernuansa drama dan cinta. Pantas saja saya mumet memilih tontonan akhir-akhir ini. Terakhir, tidak ada alasan spesifik atas pemilihan drakor melainkan hanya dari sisi subjektif penulis saja.

Setidaknya ada 5 drama korea 2018 terbaik di seri kedua ini. Dua teratas merupakan daftar tontonan yang saya tetap ikuti (mungkin sampai habis). Tiga sisanya adalah tontonan yang hiatus saya tonton karena alur ceritanya mudah ditebak. Namun, ada kemungkinan saya lanjutkan karena alasan tertentu yang akan diulas di bawah.

Berikut ini daftar drama korea 2018 terbaik yang dirilis pada bulan Mei-Juni

1. Drama Korea Ms. Hammurabi

Berdasarkan novel berjudul sama karangan Moon Yoo-Seok, Ms. Hammurabi berkisah mengenai jaksa muda, Park Cha O Reum (diperankan Go Ara) yang memiliki karakter unik sekaligus mengagumkan. Sebagai tokoh feminis, Jaksa O Reum berusaha mengubah pandangan para jaksa dalam mengadili masyarakat, termasuk mengkritisi hubungan senioritas, dan gap gender di tubuh lembaga kejaksaan.

Ms. Hammurabi memiliki narasi besar terhadap isu-isu hak asasi manusia, terutama membicarakan posisi perempuan dalam tatanan sistem sosial. Misalnya, adegan dimana Jaksa O Reum berusaha mendobrak stigma terhadap hubungan pemerkosaan dan pakaian yang dikenakan korban. Salah satu adegan dengan tedas menampilkan Go Ara membandingkan pakaian terbuka (yang dianggap mengundang berahi) dengan pakaian tertutup (berupa gamis dan cadar syari).

Tentu timbul pro dan kro mengenai adegan ini. Beberapa kalangan feminis berpendapat busana berupa cadar, hijab, dan gamis dapat dianggap sebagai simbol perampasan kebebasan ekspresi terhadap perempuan (sexual oppression). Namun, ada juga pendapat bahwa itu bentuk kebebasan atas perempuan dalam memilih standar kecantikannya sendiri tanpa perlu dikendalikan oleh iklan media massa maupun konstruk budaya.

Narasi yang dihadirkan dalam drakor Ms. Hammurabi tidak hanya menyoal gender, kesetaraan, dan kesamaan saja. Ia juga (misalnya pada episode 8) berbicara mengenai depresi dan tindakan bunuh diri, mengenai relevansinya dengan tekanan dan tuntutan dari pekerjaan, ekspektasi orang tua, serta rumitnya berumah tangga. Masalah ini pun dihadirkan dari dua sisi gender. Pada akhirnya, drakor ini mengajak kita untuk sedikitnya berkontemplasi: apa yang salah dengan sistem masyarakat kita saat ini?

Bagi saya, Ms. Hammurabi adalah salah satu drama korea 2018 terbaik yang dirilis tahun ini, setelah My Ahjussi yang baru saja rampung bulan lalu. Alasan personal saya memilih tetap melanjutkan tontonan ini selain alur cerita karena ada Go Ara dan juga aktor veteran Sung Dong-IL yang kembali bertemu setelah keduanya bersama bermain di drakor Reply 1994.

2. Drama Korea Life on Mars

Drama ini merupakan remake dari serial berjudul sama yang disiarkan di BBC One pada tahun 2006 hingga 2007 sebanyak dua musim. Saya sendiri belum atau bahkan mendengar mengenai serial dari BBC One ini jadi nyaman saja menontonnya (berbeda dengan Suits, karena saya telah menonton musim pertamanya).

Life on Mars merupakan drakor bertema crime yang menerapkan fokus konflik serupa dengan drama sejenis, yaitu kasus pembunuhan berantai. Han Tae Jo (diperankan Jung Kyoung-Ho), anggota forensik Kepolisian Metropolitan Seol, secara misterius terbangun di tahun 1988 setelah tidak sadarkan diri akibat ditembak tepat di kepalanya. Dengan keterbatasan teknologi, Han Tae Jo bersama dengan tim kepolisian yang dipimpin Kang Dong-Cheol (diperankan Park Sung-Woong) berusaha mengungkapkan misteri pembunuhan yang belum diselesaikannya.

Pola cerita ini sebenarnya sama dengan drakor Tunnel – perbedaannya tokoh utamanya dikirimkan ke masa lalu. Salah satu daya tarik drakor ini adalah gaya retro dan modar latar tempat dan waktunya yang membuat saya sebagai penonton cukup takjub. Selain itu, ada aktor Ko Ah-Sung (memerankan polisi wanita Yoon Na-Young) yang terkenal berkat bermain di The Host dan Snowpiercer.

Berbeda dengan Tunnel yang cukup mengecewakan dalam menjelaskan perjalanan waktu, Life on Mars membuat konsep seakan-akan Han Tae Jo tengah berada dalam kondisi koma sehingga ia kerap mendengar suara gumaman dokter yang tengah mengoperasi dan merawatnya. Belum lagi misteri masa kecil Han Tae Jo yang diduga menjadi saksi kasus pembunuh berantai dan ia melupakan hal itu. Setidaknya, kedua misteri ini yang membuat saya tetap bertahan untuk menonton drakor Life on Mars.

Baca juga: Rekomendasi Drama Korea Terbaik 2018 Januari – April

Itulah kedua drama yang saya ikuti dan tidak bosan ketika menonton setiap episodenya. Selanjutnya, di bawah ini disajikan 3 rekomendasi drakor lainnya yang menurut saya bisa dijadikan tontonan ringan.

1. Drama Korea Lawless Lawyer

Seperti judulnya, drakor ini memuat banyak unsur kekerasan dalam proses investigasi yang dilakukan oleh para penegak hukum di Kota Gisung. Tema sentral yang diangkat adalah pembalasan dendam Bong Sang-Pil (diperankan Lee Joon-Gi) kepada Jaksa Cha Moon-Sook (Lee Hye-Jung). Kemudian terlibatlah pengacara Ha Jae-Yi (diperankan Seo Ye-Ji) dengan rencana Bong Sang-Pil berkat ibu mereka ternyata korban dari kekejian Jaksa Cha Moon-Sook.

Alur kisah Lawless Lawyer bagi saya sangat sederhana bahkan tidak ada istimewanya sama sekali. Unsur percintaan antara Bong Sang-Pil dan Ha Jae-Yi pun kurang terbangun dan terkesan terburu-buru alih-alih ingin terkesan menyerupai drama barat. Salah satu yang membuat saya akan melanjutkan menonton drakor ini adalah Lee Hye-Jung yang memikat ketika bermain di drama Mother.

2. Drama Korea Are You Human?

What a waste! Itu komentar pertama saya ketika menonton drakor ini. Padahal Are You Human? Memiliki potensi besar menjadi drakor action yang baik. Ceritanya bertemakan konflik keluarga terhadap perseteruan tahta perusahaan dimana Nam Shin (diperankan Seo Kang-Joon) dipisahkan secara paksa dari ibunya Oh Ro-Ra (Kim Sung-Ryoung). Akibat dilanda kesedihan mendalam, Oh Ro-Ra membuat robot android menyerupai anaknya yang dinamakan sama jug. Lalu masalah muncul ketika robot android tersebut mesti menggantikan Nam Shin yang asli di Korea.

Tidak ada wacana apapun yang dihadirkan dalam drama ini melainkan hanya tontonan drama ringan yang berujung pada percintaan antara manusia dan robot dan cinta segitiga atau sampai bujur sangkar. Namun, yang perlu diacungi jempol memang visual grafisnya tampak memiliki modal bahkan sampai syuting di Republik Ceko. Sebelumnya drakor bertema sci-fic yang berhenti saya tonton adalah Circle. Namun, saya tertarik untuk mengikut Are You Human? Barangkali ada kejutan karena saya juga baru menonton empat episode saja.

3. Drama Korea Investigation Couple

Apa jadinya bila pria dingin berprofesi sebagai dokter forensik selama 10 tahun bertemu dengan jaksa wanita dengan karakter sukaria? Lazimnya drakor bisa jadi dua orang ini akan jatuh cinta atau menjadi dekat layaknya sahabat. Tidak ada kasus spesial (sepanjang empat episode saya tonton), belum ada juga perkembangan karakter yang signifikan dan ceritanya pun terkesan lambat. Namun, nyaman ditonton karena satu episode berdurasi 30 menit saja. Investigation Couple mungkin akan saya lanjutkan tonton lagi karena baru kali ini tokoh dokter forensik diangkat sebagai tokoh utama yang diperankan Jung Jae-Young. Oh iya, ada Joon Ki (Lee Yi-Kyung) dari Welcome to Waikiki juga bermain disini.

Itulah beberapa rekomendari drama korea 2018 terbaik menurut versi saya yang layak menjadi teman tontonan setiap minggunya.

Leave A Response

Being in love with film and book since his whole life, Kukuh Giaji is a super fan of Doctor Who and dream to be the Doctor-companion someday.

1 Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment