Marlina The Murderer in Four Acts: Menyingkap Budaya Partiarki dibalik Panorama Pulau Sumba

Marlina The Murderer in Four Acts mempersembahkan kisah seorang janda yang ditinggal mati suaminya tiba-tiba, melalui empat babak: The Robbery, The Journey, The Confession dan The Birth – yang membawa dirinya lebih jauh mengenal ketimpangan hubungan relasi kuasa atas gender. Mouly Surya, selaku sutradara menghadirkan kisah penuh dendam yang diselimuti budaya patriarki dibalik visual luas…

Continue Reading

Resensi Film “HEADSHOT” : Ada Apa Dengan THE MO BROTHERS?

Tujuh tahun telah berlalu sejak pertama kali Rumah Dara (2009) ditayangkan di layar sinema Indonesia, semenjak itu pula nama ‘The MO Brothers’ (sebutan duo sutradara Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel) semakin dikenal khalayak luas. Nuansa film mereka yang penuh darah dan ‘sakit jiwa’ adalah ciri khasnya. Maka, Headshot (2016) sudah jelas ditunggu-tunggu bagi mereka para…

Continue Reading

Resensi Film “Don’t Breath” : Jangan Main-Main dengan Orang Buta

Fade Alvarez sekali lagi membuktikkan bahwa ia seorang masterpiece untuk film bergenre thriller, setelah sebelumnya berkreasi dengan remake Evil Dead (2013) yang dipenuhi galonan darah. Kali ini, Alvarez membuat alterego dari Daredevil, sebagai wujud kakek tua renta veteran militer yang rumahnya dijadikan target perampokan oleh tiga orang ‘anak baru gede’. Cerita bermula tatkala Money (Daniel…

Continue Reading

Resensi Film “Tiga Dara”  : Memperdagangkan Film Idealis

Setelah Lewat Djam Malam, ada Tiga Dara yang berhasil direstorasi dan kembali dipertontonkan kepada publik. Keduanya adalah film Usmar Ismail, meski berada di tangan yang sama namun jauh dari kata serupa. Usmar Ismail sendiri menonjol sebagai pelopor film Indonesia dengan film pertamanya Darah dan Doa – yang diakui sebagai film pertama, diproduksi oleh Perusahaan Film…

Continue Reading