Press "Enter" to skip to content

Month: March 2019

Review Esai Merlyna Lim, Many Clicks but Little Sticks: Social Media Activism in Indonesia

Bagaimana media sosial beroperasi di Indonesia? Apakah berbagai macam aktivisme daring terjadi begitu saja? Dikarenakan masyarakat memang sudah geram atas ketidakadilan? Atau mungkinkan hanya sekedar “ikut-ikutan” saja? Kira-kira inilah yang berusaha dicari oleh Merlyna Lim melalui esainya yang bertajuk aktivisme media sosial di Indonesia. Dengan mengikuti dua kasus besar: Pritadan Cicakvs Buaya, ia memasuki lanskap media sosial di Indonesia yang kompleks, rumit serta juga berinterseksi dengan kuasa politik dan media arus utama.

Henry Jenkins dan Budaya Konvergensi: Persinggungan Antara Media Lama dan Baru

Henry Jenkins adalah akademisi favorit saya, yang banyak karyanya bersentuhan dengan budaya konvergensi dalam budaya populer, dari TV Series hingga reality show, dan juga banyak mengeksplorasi bentuk-bentuk budaya partisipatoris masa kini. Dari berbagai bukunya bisa dibilang Convergence Culture: Where the Old and New Media Collide adalah karya paling terkenal, yang secara gamblang menjelaskan bagaimana khalayak media bisa turut andil mempengaruhi produksi media. Ada tiga konsep penting dalam buku ini, yaitu Konvergensi Media (Media Convergence), Budaya Partisipatoris (Participatory Culture), dan Kecerdasan Kolektif (Collective Intelligence).

Solo Travelling Singapore 2019: Day Three (Sentosa Island dan National Gallery Singapore)

Sepanjang gua baca ulasan soal solo travelling ke singapura entah kenapa pasti cenderung merekomendasikan untuk mengunjungi Sentosa Island. Bahkan ampe ada pepatah klasik: “belum ke Singapura kalau gak ke Sensota”.

Gua pun akhirnya cari info sih soal tempat ini, yang ibaratnya yah Ancolnya Indonesia. Ada Dufan a.ka Universal Studios Singapore (USS), Seaworld a.ka S.E.A Aquarium, dan masih banyak lagi.

Gua sejujurnya bukan tipe orang yang demen main ke tempat-tempat wahana (bukan mandatory lah). Tapi gua tertarik banget sama S.E.A Aquarium. Apakah benar bahwa Sentosa itu menyenangkan? Worth of your time? Atau ada alternatif lainnya?

Berikut ini pengalaman gua!

Solo Travelling Singapore 2019: Day Two (Mendadak ke National Museum of Singapore)

The perks of being kecapean itu pasti bisa bikin kita tidur pules dan tentu saja esok harinya bakal disambut dengan penuh gegap gempita. Setelah tidur kurang lebih 7 jam, gua sangat siap untuk menjelajahi Singapura lagi. Beberapa tempat yang ingin gua kunjungi di hari kedua ini adalah (kembali ke) Gardens by the Bay dan juga berkunjung ke ARTScience Museum. Sama rencana menghabiskan malam di Clarke Quay. Pokoknya dibayangan gua hari kedua ini bikin happy banget deh.

Sayang.. Namanya juga ‘rencana’ kadang bisa berakhir jadi ‘rencana’ doang.