Impresi Awal Drama Korea Hotel del Luna (2019)

Drama korea Hotel del Luna mengisahkan Jang Man-Wol (diperankan IU), pemilik hotel yang ingin menembus dosa-dosa di masa lalunya tetapi malah terjebak hidup abadi. Di hotel yang dikelolanya itu, ia menampung para hantu yang mati mengenaskan yang akan dibawa ke akhirat. Sebagai tempat peristirahatan pula banyak hantu-hantu penasaran yang memilih untuk menetap dan membuat jengkel dirinya.

Koo Chan-Sung (diperankan Yeo Jin-Goo) adalah asisten manager muda yang bekerja di perusahaan multinasional dan jiwanya telah dijual kepada Man-Wol oleh ayahnya. Ketika masa perjanjian 20 tahun telah berakhir, Chan-Sung memutuskan untuk kembali ke Korea dan malapetaka itu pun akhirnya terjadi. Ia dijemput Man-Wol dan dipaksa untuk bekerja di Hotel del Luna yang berisikan hantu-hantu gentayangan.

Perpaduan Genre

Sungguh sulit untuk menolak menonton drama korea Hotel del Luna karena perpaduan berbagai genrenya itu, yaitu fantasi, sejarah, dan horor. Man-Wol digambarkan sebagai sosok mahluk abadi ibarat goblin yang mesti menembus dosa-dosanya. Kalau diperhatikan pun cerita ini serupa dengan drakor Goblin tapi bedanya kini gender tokohnya dibalik: UI adalah sosok goblin yang menanti pengantinnya yaitu Yeo Jin-Goo. Belum lagi ditambah embel-embel pedang menancap di pohon serupa dengan kondisi Kim-Sin yang tubuhnya ditancap oleh pedang dan hanya bisa dicabut oleh Eun-Tak.

Terlepas dari kesamaan-kesamaan tersebut (berhubung juga kedua drakor ini berasal dari stasiun televisi yang sama) nyatanya drama korea Hotel del Luna masih sangat bisa dinikmati karena lebih memiliki atmosfir yang serius berbeda dengan Goblin yang cenderung dibalut komedi romantis. Tapi tampaknya melihat kondisi visual, kita bisa melihat bahwa pihak tvN tidak mengeluarkan modal sebesar Goblin.

Dilansir berbagai sumber juga, drama korea Hotel del Luna memperoleh respons positif dari penonton Korea bahkan ratingnya mengalahkan episode terakhir Arthdal Chronicles

Selain itu, saya melihat karakter IU dalam drama ini juga krusial sebagai tokoh perempuan yang memiliki kuasa dan pengaruh. Saya belum banyak mengikuti film atau drama yang diperankan IU, baru My Mister (2018) dan Persona (2019) saja. Lewat drakor dan film itu saya melihat ada kecenderungan IU untuk memilih peran perempuan yang berdaya sama halnya dengan Go Ara dalam Miss Hammurabi (2018) dan Phantom Detective (2016) misalnya. Kerja sama ia dengan Netflix di Persona juga membuktikkan hipotesis ini mengingat Netflix memiliki nilai-nilai terkait kesetaraan gender. Ini yang menjadi nilai plus bagi drama korea Hotel del Luna.

Prediksi

Banyak yang mewartakan bahwa drakor ini juga akan berjalan ke arah hubungan romantis antara Man-Wol dan Chan-Sung. Saya setuju terhadap anggapan ini tetapi alih-alih percintaan yang rumit seperti Goblin saya lebih menduga yang terwujud adalah model ‘hubungan tanpa status’ atau sekedar ‘sahabat tapi mesra’.

Dugaan ini pertama karena Man-Wol bukan lagi seorang manusia melainkan mahluk abadi dan juga sudah enggan untuk hidup. Prediksi terkuat untuk drakor ini adalah Man-Wol akan diangkat ke surga berkat Chan-Sung dan di titik inilah hubungan mereka akan semakin kuat tapi pada akhirnya Man-Wol akan pergi dari kehidupan manusia.

Prediksi lainnya adalah Chan-Sung akan mewarisi Hotel del Luna menggantikan Man-Wol. Tentu saja ia tidak akan mati melainkan hidup abadi. Membaca prediksi ini maka ada kemungkinan juga drakor ini berakhir happy ending forever dengan Man-Wol dan Chan-Sung menjadi pemilik hotel tapi saya cukup meragukan akhir cerita demikian mengingat sepak terjang tvN pada besutan drama genre yang sedari awal bukan komedi-romantis lebih kepada bitter sweet.

Poster Drama Korea Hotel del Luna (2019)
Leave A Response
Giaji

Giaji

A 20-something who loves writing and watching mostly k-dramas. Apart from tv and movie reviews, I also talk and discuss about cultural and media issues. If you find my blog useful and helpful don't forget to subscribe. Thanks for reading!

Leave a Reply

Close
%d bloggers like this: