Solo Travelling Singapore 2019 : Day One (From Changi to Merlion)

Setelah sebelumnya gua ngebahas soal budget, itinerary dan sedikit tips perihal solo travelling Singapore 2019 kali ini gua mau menceritakan perjalanan di hari pertama selama menjelajahi negara kecil ini.

Destinasi gua adalah mengelilingi Chinatown, Gardens by the Bay, Helix Bridge dan terakhir ke Merlion Park pas malam hari biar suasananya beda ajah gitu.

Tapi sebelumnya, berhubung gua terbang dengan AirAsia jadi mendarat di Terminal 4 Changi Airport sementara stasiun MRT itu adanya di Terminal 2 jadi transportasi apa sih yang bisa dipakai?

Escape From T4 Changi!

Kalau kalian bernasib seperti gua maka setelah melewati imigrasi (yang super mudah dan bahkan gua gak ditanyain apapun) silahkan cari petunjuk yang mengarah ke MRT Station.

Dari imigrasi kalau gak salah itu belok kanan dan turun menggunakan elevator nanti ada bus gratis yang transit antara T2 ke T4 (begitupun sebaliknya). Bus ini biasanya ada 10 menit sekali karena jaraknya juga gak terlalu jauh. Oh iya, jangan lupa buat isi air di botol minum dulu yah!

Terus kalau kalian punya banyak waktu bisa loh muter-muter dulu di Changi, yang merupakan salah satu bandara terbaik di dunia dan banyak banget yang bisa dijelajahi tapi berhubung waktu gua sempit langsung aja cus ke Chinatown.

Chinatown (Sri Mariamman Temple + Street Food + Buddha Relic)

Beberapa spots di sekitar Chinatown – Solo Travelling Singapore 2019

Kalau destinasi pertama kalian adalah sama seperti gua maka bisa naik MRT jalur downtown line buat turun di Stasiun MRT Tanah Merah dulu (kalau gak salah yah) terus pindah deh ke rute Bukit Panjang yang melintasi Stasiun MRT Chinatown. Apa aja sih yang bisa dijelajahi di area ini?

Gua sih pertama-tama keluar dari stasiun via jalan Upper Cross st and South Bridge Rd. Nah habis itu gua muter-muter aja dulu gak pakai maps kayak orang bego.

Spot pertama yang berhasil gua temukan adalah Sri Mariamman Temple, yang merupakan tempat sembahyang bagi pemeluk agama hindu. Untuk masuk ke dalam kalian gak boleh memakai sepatu dan harus berpakaian sopan. Biayanya free a.ka gratis tapi kalau mau memberikan sumbangan ada kotak yang tersedia.

Gua muter-muter sebentar di dalam dan berhubung terik mataharinya lagi asu banget gua ampe melipir-lipir cari tempat adem. Aseli panas banget dah! Buat kalian juga yang cari tempat shalat di sebelah kuil ini ada Masjid Jamae.

Karena gua gak sempet makan pagi (dan lupa sama roti di dalam tas), akhirnya gua menuju ke Chinatown Street Food bermodalkan jalan kaki aja. Penting banget deh bawa kacamata hitam! Silau cyiiiin.

Nyampe di tempat makan kaki lima yang tertata ini, gua akhirnya memutuskan untuk makan paket bebek+nasi+sayur seharga 8 SGD πŸ™ gak bangeeet deh, tapi enak sih :D. Selepas makan gua memutuskan untuk ke hotel dulu dan nge-drop tas biar ringan (karena check-in jam 2 dan gua sampai jam 1).

Gua lalu memutuskan untuk explore Chinatown secara random atau suka-suka biarkan langkah kaki ini aja sih yang membawa gua. Gua menemukan beberapa mural di beberapa sudut area ini yang agak tersembunyi. Terus tau-tau gua mendarat di Buddha Tooth Relic Temple and Museum tanpa terduga.

Kuil ini digunakan untuk ibadah bagi pemeluk agama Buddha sekaligus atraksi wisata. Dan sumpah gede banget deh itu patung dan relik-relik di dalamnya. A must visit banget sih tempat ini! Pas udah capek muter-muter di Chinatown akhirnya gua balik lagi untuk check-in buat mandi biar agak segeran.

BACA JUGA  Pengalaman Travelling ke Sulawesi Selatan (Malam di Rantepao)

From Downtown MRT Station to Gardens by the Bay

Inilah kebodohan gua pertama karena memutuskan turun di Stasiun MRT Downtown padahal lebih dekat turun di Stasiun MRT Bayfront! Dari Downtown gua jalan aja ngikutin google maps acuannya waktu itu Helix Bridge. Lumayan juga sih jalan kaki 30 menitan, tapi dapat pemandangan seru banget, dan juga udara lagi sejuk-sejuknya.

Ternyata kalau menuju Helix Bridge itu kita akan melintasi juga ARTScience Museum yang bikin gua galau banget masuk atau gak tetapi berhubung (kalau gak salah) gua jam 4 sore baru tiba and it looks impossible buat gua muterin museum cuman tiga jam doang akhirnya gua pun melintasi Helix Bridge aja dan inilah ketololan kedua.

Tujuan gua kan sebenarnya Gardens by the Bay tapi ternyata tuh gak perlu melintasi si jembatan itu karena dari ArtScience tuh tinggal lurus aja. Sumpah bete banget udah foto-foto kan, melintasi jembatan, happy-happy eh pas buka maps ternyata kudu muter balik! Eh astajim! Capek beudh dah gua. Mana sempet sebel sama turis kaukasian yang foto lama banget di spot bagus (gak kok.. gua gak rasis..)

Dengan modal semangat pejuang β€˜45 gua muter balik dan sampailah di lokasi. Untungnya pemandangan selama jalan bagus banget jadi terhibur walau kaki udah cenat-cenut dan was-was persediaan air minum menipis.

Untungnya gua menemukan tempat isi ulang air persis di depan toilet. It’s super easy to find it kok.

Beberapa spots di sekitar Gardens by the BaySolo Travelling Singapore 2019

Ada Apa Saja di Gardens by the Bay?

Sudah pasti ada Supertree Groove, pohon rekaan yang gede dan sangat ikonik di Singapura ini dan kalian tidak akan dikenakan biaya sepersenpun untuk lihat-lihat atau ambil foto. Jadi bisa muter-muter, ambil foto instagramable, atau sekedar nongkrong seru aja. Ada tiga area yang wajib dikunjungi sih buat gua:

  • Pertama, Cloud Forest. Rumah kaca yang isinya air terjun sepanjang 35 kaki. Klaimnya ini adalah air terjun indoor terbesar di dunia. Gua takjub banget sih liat ini air terjunnya karena dipadukan dengan vegetasi rekaan yang keren mampus! Pokoknya itu mata menatap ke atas aja deh. Kalian bisa muter-muter menjelajahi tempat ini juga masuk ke dalam air terjun itu sendiri. Di ending-nya bakalan ada eksibisi batu-batu kristal yang asik buat nambah pengetahuan (sayangnya sepi peminat). Dipikir-pikir gak terlalu lama untuk menghabiskan waktu di dalam Cloud Forest karena areanya pun tidak terlalu besar.
  • Kedua, Flower Dome. Baca di artikel selanjutnya yah!
  • Ketiga, Satay by the Bay. Kayaknya emang belum afdol banget kalau udah menghabiskan waktu di Gardens by the Bay tanpa mencicipi sate-sate an di foodcourt terkenal ini. Harganya relatif sama kayak di Chinatown dan ada aneka sate dari ayam, babi hingga seafood (1 SGD/tusuk).

Setelah perut kenyang dan karena kondisi super ramai gua pun buru-buru menuju destinasi selanjutnya!

Next Travelling : Helix Bridge and Merlion Park, but…

Perjalanan dari lokasi Satay by the Bay ke Helix Bridge itu bener-bener ampun-ampun an deh. Siapin aja kaki ama koyo atau biar enak sewa aja scooter, ada beberapa turis pun tampaknya pakai itu.

BACA JUGA  Solo Travelling Singapore 2019 : Day Two (Mendadak ke National Museum of Singapore)

Menikmati Helix Bridge pada saat sore dan malam hari itu memang benar-benar beda dan gua jadinya gak terlalu menyesal melintasi jembatan ini tadi karena kesasar. Perkiraan jarak kalau jalan kaki itu sekitar 1,5 – 2 KM yang bisa ditempuh selama 20 menitan lah yah.

Nah, ternyata kayaknya semesta kasian deh sama gua yang kesasar karena tahu-tahu pas di jalan ada festival gitu namanya Huayi – Chinese Festival of the Arts. Gua sadar sih memang ini bulan Februari kan imlek tapi gak nyangka aja masih berlangsung festival sampai Maret. Pantes aja ada kembang api terus-terusan.

Gua pun berkesempatan untuk menyaksikan tarian atau dance atraksi berpadu dentuman drum khas etnis Tionghoa. Acaranya sendiri gratis dan outdoor di depan teater Esplanade. Pemain atraksinya terdiri dari berbagai umur: anak-anak (6 tahun), remaja, hingga dewasa (berkisar 40-an). Dentuman drum dan tarian yang gak berhenti-henti selama dua jam di lapangan itu bikin banyak turis tertarik (termasuk gua). Dan akhirnya gua pun memutuskan untuk nonton sampai habis dari sekitar jam 7.30 – 10 malam. (ternyata opening-nya dari jam 7!). Seru gila sih ngeliatnya. Kapan lagi bisa liburan sambil lihat festival-festival budaya kayak gini?

Huayi Chinese Festival of the Arts 2019Solo Travelling Singapore 2019

Selepas pertunjukan berakhir gua pun melanjutkan perjalanan solo travelling Singapore dengan ke Merlion Park dengan kondisi kaki super prima (ya iyalah udah duduk santai lama).

Yah, gak terlalu mengesankan sih di Merlion Park. Cuman ada patung singa muncratin air gitu kan. Dan udah mainstream banget. Cuman yang berbeda adalah di patung singa ini akan ditampilkan laser atau lighting ala video mapping. Pilihan warna dan grafis-nya cantik banget jadi serasa liat Patung Merlion dari perspektif lain ditambah panorama malam hari Singapura semakin bikin terkagum-kagum.

Intinya sih saran dari gua datangnya malam hari aja! Gak usah pas pagi atau siang di terik-terik gitu, kecuali kalian mau ambil foto-foto bagus karena malam kan minim cahaya terlebih kalau gak punya kamera memadai kayak gua.

Kalau mau lihat bentuk Merlion park di malam hari scrool saja ke atas, gambar cover artikel ini maksudnya πŸ˜€

Panorama Merlion Park di Malam HariSolo Travelling Singapore 2019

Ternyata tahu-tahu jam sudah menunjukkan pukul 11:30 PM dan gua liat google maps kalau lama tempuh naik MRT dan jalan kaki itu sama. Yah udah akhirnya gua putuskan jalan kaki aja pulang ke hostel dan itu adalah PENYESALAN TERBESAR GUA. Ya gusti ampe meringis banget itu kaki yang udah seger prima. Ngelewatin jalan-jalan asing, gelap, sendirian, modal maps dan internet. Udah gitu sirik liatin orang-orang tajir Singapura keluar di malam hari. Gua ada ngelewatin bar mewah banget dan keluar couple dengan wear outfit yang macam Crazy Rich Asians.

Hail to kemiskinan!

Itulah cerita perjalanan hari pertama gua. Sila baca artikel seputar travelling di Singapura lainnya di sini!

Leave A Response

Leave a Reply

Close
%d bloggers like this: