Solo Travelling Singapore 2019 : Day Three (Sentosa Island dan National Gallery Singapore)

Di artikel travelling Singapore 2019 kali ini gua bakalan bahas Sentosa Island terlebih dahulu yang entah kenapa pasti cenderung direkomendasikan oleh wisatawan . Bahkan ampe ada pepatah klasik: “belum ke Singapura kalau gak ke Sensosa”.

Gua pun akhirnya cari info sih soal tempat ini, yang ibaratnya yah Ancolnya Indonesia. Ada Dufan a.ka Universal Studios Singapore (USS), Seaworld a.ka S.E.A Aquarium, dan masih banyak lagi.

Gua sejujurnya bukan tipe orang yang demen main ke tempat-tempat wahana (bukan mandatory lah). Tapi gua tertarik banget sama S.E.A Aquarium. Apakah benar bahwa Sentosa itu menyenangkan? Worth of your time? Atau ada alternatif lainnya?

Berikut ini pengalaman travelling Singapore 2019 di hari ketiga!

Cara Menuju ke Sentosa Island

Udah banyak banget informasi soal cara menuju ke Sentosa Island dan gua pun dapat juga caranya dari blog orang. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan selama travelling ini:

Pertama, pastinya kalian kudu naik MRT yah dan turunnya di Harbourfront MRT Station. Lokasi tepat di bawah Mall Vivo City, jadi memang rekomendasi adalah naik MRT bukan bus.

Nah, selanjutnya ada dua pilihan yang bisa kalian gunakan untuk ke Sentosa Island:

  1. Monorail Sentosa Express. Lebih cepet, instan, dan bisa menikmati pemandangan Sentosa Island dari kereta gantung. Harganya 4 SGD. Bisa pake kartu EZ Link. Buat gua sih: bullshit! Aahahahaha. Mending pakai cara kedua di bawah ini deh!
  2. Sentosa Boardwalk. Murah! Gratis! Ya inilah jawabannya: Dengan berjalan kaki. Personally, gua gak mau mengeluarkan 4 SGD untuk Monorail jadi gua memilih jalan kaki melintasi Sentosa Boardwalk dan ternyata gak mengecewakan kok. Ada beberapa hal yang menyebabkan jalan kaki ini enak, antara lain area untuk berjalan kaki sejuk bahkan ada lift jalan, udah gitu jaraknya gak jauh sama sekali (kayaknya gak ada 1 KM), dan juga gratis (waktu itu masuk begitu aja, gate-nya rusak dan gak ada petugas).

FYI, Monorail Sentosa itu bisa dipakai loh di dalam Sentosa Island dan gratis! Kalian tinggal ke stasiunnya aja terus naik buat muter-muter, bikin perjalanan kalian lebih singkat.

Pas pulang pun juga tinggal naik Monorail aja ke Mall Vivo City. Gratis! Tis! Tis! Suer.Jadi yah kalau kalian naik Monorail dari awal 4 SGD itu tuh tiket masuk yang sebenar-benarnya bisa gratis kalau mau sedikit effort dengan jalan kaki. Toh baliknya bisa pakai Monorail kok.

Hmmm… bout Sentosa Island

Satu hal yang memang gua kagumi adalah sepanjang jalan menuju Sentosa itu pemandangan lautnya bersih banget gak kayak Ancol. Biru dan jernih. Udah gitu jalannya memang didesain banget untuk pejalan kaki. Sembari jalan kita bisa menikmati udara segar.

Pas sampai di depan gerbang Sentosa kita akan ngeliat loket atraksi wisata. Kalian bisa beli tiket di sini biar lebih mudah. Kalau saran gua sih beli aja online di Klook karena harganya relatif lebih murah dan juga instan.

Oh iya, di area ini juga ada tempat untuk isi air. Jadi isi dulu tuh botol minum sebagai persiapan kalian menghadapi teriknya Sentosa Island. Gua sih udah pasti biar irit ngisi botol sampe penuh.

A little things: Papan petunjuk arahnya jelas banget jadi memudahkan kita untuk menemukan lokasi atraksi wisata. Kalau mumet pun bisa langsung pakai Google Maps aja.

Sentosa Island – Solo Travelling Singapore 2019

Gua gak terlalu lama menghabiskan waktu di Sentosa Island. Kira-kira 3 jam-an lah, cuman main ke S.E.A Aquarium dan juga makan di Malaysian Food Street-nya. Sempet muter-muter sebentar dan untuk gua ini ada kelebihan dan kekurangannya:

  1. (+) Sentosa Island tempat ideal buat kalian yang ngincer foto spot instagramable. Banyak sudut di tempat ini yang eye catching banget. Harga-harga di sini juga relatif sama dengan di pusat Chinatown.
  2. (+) Banyak tersedia pilihan kuliner, dari mahal hingga relatif standar. Kalau cari yang halal ada di Malaysian Food Street (harganya di bawah 10 SGD).
  3. (-) Kayaknya gak ada suatu atraksi gratis di Sentosa Island jadi mesti bayar. Dan kalau solo travel bikin keki dikit, bingung mau ngapain. Intinya sih wasting time kalau kalian gak masuk sama sekali ke salah satu atraksi wahana (cuman ngincer foto sama bola USS doang??? bebaaas).
BACA JUGA  Pengalaman Travelling ke Sulawesi Selatan (Ada Apa di Toraja?)

S.E.A Aquarium

S.E.A Aquarium – Solo Travelling Singapore 2019

Dari semua tempat yang gua kunjungi ini adalah yang termahal karena menguras kantong gua nyaris 400 ribu. Dan menurut gua ini budget paling overpriced selama travelling Singapore 2019 sih.

What to expect? Yah kumpulan biota laut yang diklaim ada sekitar 100.000 makhluk. WOW banget yah? Ya mungkin bakal wow sih kalau gua bisa menikmatinya dengan tenang. Kenapa gitu? Karena gua berkunjung pas weekend a.ka hari minggu yang antriannya tuh buat masuk panjang banget. Nah, untungnya gua beli tiket di Klook, tinggal kasih liat dari hape aja kalau mesti ngantri beli tiketnya dulu, wassalam deh.

Banyak akuarium raksasa yang jadi daya tarik tempat ini. Kumpulan spesiesnya juga beragam, ada hiu, ikan pari, starfish, ubur-ubur warna-warni. Cuman yah tadi karena padat merayap jadi gak terlalu enjoy.

Jadi, buat kalian yang mau datang ke sini mending pas weekdays aja karena pasti lebih sepi ketimbang hari-hari liburan. Belum lagi banyak anak-anak yang lari ke sana kemari, pake drama berantem, atau nangis. Pada akhirnya, S.E.A Aquarium tidak terlalu meninggalkan memori berkesan buat gua.

Malaysian Food Street

Selayaknya foodcourt pada umumnya bakalan ada banyak banget booth makanan, dari yang “haram” sampai halal. Anw, lokasinya tuh di sebelah USS.

Nah, sebelum ke sini tentu gua cari-cari info dulu kan nah yang terkenal itu, antara lain:

  • Claypot Chicken Rice
  • Roti Canai
  • Jalan Ah Lor Hokkien Mie
  • Malacca Chicken Rice Ball
  • Penang Asam Laksa
  • Penang Ah Mei Hokkien Prawn Mee

Pas momen travelling Singapore 2019 ini gua memutuskan memilih Claypot Chicken Rice. Kenapa? Sederhana sih soalnya booth-nya dekat dengan gerbang jadi keluarnya gampang dan gua juga udah kelaperan mampus, udah gak ada semangat-semangatnya mengitari ini tempat. Gua pun pesen menu Claypot Chicken Rice with Salted Fish.

Claypot Chicken Rice with Salted Fish

So, is it delicious? Yup! Cuman saking kelaperannya gua tuh makan dengan lahap kan sampe gak sadar ternyata salted fish-nya itu di taruh di tepi nasi dan gak sengaja masuk semuanya ke mulut. Gila asin banget! Langsung gua lepehin lah.. Seharusnya kan bisa diaduk dulu 🙁 Sedih banget.

Gua literally cuman pesen ini doang gak pake minuman karena ngantri dan ramai. Oh iya, petugas kebersihan di sini gercep banget. Setiap ada yang udah selesai langsung dia menuju meja dan ngebersihin. Dan buat sendok, garpu, juga sumpit ada counter khususnya sendiri. Coba aja cari dulu jadi jangan kagok pas dikasih makan gak dikasih sendok, dkk nya.

Gak Puas!

Selepas dari makan gua pun memutuskan untuk muter-muter di Sentosa Island. Ketemulah itu bola USS dan yah udah sebagai mandatory gua swafoto aja lah. Maybe next time i’ll visit USS for sure.

Gak terlalu banyak yang bisa dijelajahin. Kalau cari-cari info tuh ada juga pantai di Sentosa yang bisa kita jelajahin dan mungkin berjemur gratis kan. Cuman gua belum ada minat sama sekali.

Karena gua gak pengen mengakhiri travelling Singapore 2019 ini dengan perasaan kecewa. Gua pun dengan semangat bersiap ke National Gallery Singapore. Awalnya gua mau ngebatalin dan milih sampai malam di Sentosa lalu nonton pertunjukan Wings of Time, yang jadi highlight Sentosa. Tapi yah kok hati gua engan meskipun tiketnya cuman 100K di Klook.

Akhirnya yah udah gua ke galeri aja lah yah yang udah pasti. Dan inilah suatu perjalanan yang bikin kaki gua terseok-seoknya 10x lebih capek dari dua hari sebelumnya! Dammit!

WARNING: YOU NEED AT LEAST 4 TO 5 HOURS IN NATIONAL GALLERY SINGAPORE

A Glimpse of National Gallery Singapore architecture – Solo Travelling Singapore 2019

Kalau gua datang lagi ke Singapura udah pasti ini tempat akan gua kunjungi lagi dan seharian penuh gua habiskan. Lokasinya super luas dan banyak koleksi karya seni dari berbagai kreator di sini. Waktu paling banyak dihabiskan tentu karena membaca detail rekam jejak sang kreator dan juga karya-karyanya.

BACA JUGA  Pengalaman Travelling ke Sulawesi Selatan (Malam di Rantepao)

Belum lagi mesti berkontemplasi sama karya-karya yang sarat “makna”. Untuk beberapa lukisan yang besar bahkan disediakan kursi panjang. Jadi kita bisa habiskan waktu untuk melihat lebih mendalam dari “makna” karya tersebut.

Entah kenapa gua memutuskan untuk membeli tiket masuk Minimalism (Wisatawan Mancanegara) seharga 170 ribuan. Kalau kalian beli di Klook seperti gua maka perlu ditukar dulu tiketnya di area ticketing yah.

FYI, pameran instalasi Minimalism ini ada di dua tempat, yaitu National Gallery Singapore dan ARTScience Museum. Kalau kalian beli tiket semua akses kayak gua maka harus mengunjungi keduanya dan berhubung gua udah sadar betul gua pun merelakan gak akan sempat ke ARTScience Museum lagi. Oh iya, pameran Minimalism ini cuman sampai 14 April 2019.

National Gallery of Singapore – Solo Travelling Singapore 2019

Salah satu pameran instalasi yang paling berkesan buat gua adalah WU GUAN ZHONG: Expressions of Pen & Palette. Wu Guan Zhong adalah pelukis kontemporer yang dinobatkan sebagai pelopor dari karya lukisan modern cina.

Dalam pameran ini gak cuman karya-karyanya saja yang ditampilkan tapi catatan dia soal karyanya, dan termasuk pengalaman hidupnya pun turut dipamerkan. Ini yang membuat pameran ini semakin terasa personal dan juga menyentuh. Bagaimana perjalanan Wu Guan Zhong yang tidak memiliki privilege menjadi seniman dan mesti berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan. Karya-karyanya cenderung terbagi atas dua aliran, yaitu Fauvisme dan Kaligrafi Cina. Pameran ini sendiri cuman sampai 29 September 2019. So, if you are interested with his works, you better visit SG soon!

Lantas bagaimana dengan Minimalism? Gak bisa diutarakan dengan kata-kata karena memang instalasi dan artworks yang minimalis banget, dari penggunaan lampu neon dan cahaya, hingga bentuk-bentuk karya yang “nyentrik”. Bikin gua nyesel habis-habisan kemarin di ARTScience gak beli tiket ini dan giliran udah punya gak ada waktu kesini.

Instalasi MINIMALISM: Space.Light.Object – Solo Travelling Singapore 2019

Total ada 6 lantai yang mesti kalian jelajahi. Dan itu yang buat gua terseok-seok. Gimana enggak? setiap masuk lokasi pameran gua mesti sok-sok an berkontemplasi agak lama, terutama di WU GUAN ZHONG karena ada kali 1,5 jam gua di sini. Gua pun jadinya suka liatin jam dan selalu ngebut jalan.

Belum lagi kesel sama orang yang kerjaannya ngambil foto karya seni doang atau swafoto, tanpa baca penjelasan maksud karya itu sebenarnya. Sedih juga sih melihat realitas sosial kayak gini.

Masuk ke galeri, pameran, dan/atau museum gak lebih dari ajang pencarian eksistensi diri bukan identitas diri. Nah, di lantai 6 itu isinya cuman Kafe/Restoran mahal tapi bisa juga jadi foto spot yang spot-nya cakep buat ngambil foto Marina Bay. Gua sih kesel yah udah capek-capek ke Lantai 6 eh isinya kayak gitu. Gua sangka ada konservasi apa gitu. Mana mendung dan gerimis lagi.

Hujan besar menyisakan mendung pekat dan gerimis. Karena waktu sudah semakin sempit, gua pun memutuskan untuk pulang (ya iyalah tutup jam 7 sore gua baru keluar 6:45). Sebenernya gua pengen makan di SUBWAY, yang suka nonton drakor pasti tau tapi ternyata pas ke sana tutup, bikin bete aja.

Perjalanan hari ke tiga travelling Singapore 2019 gua pun ditutup dengan indah. Malamnya gua cuman makan di Chinatown Food Street deket hotel, asal sembarang aja karena sisa uang 25 SGD. Perkaranya juga gerimis belum berhenti juga bahkan sampai tengah malam. Satu botol Tiger pun menjadi penutup travelling gua.

Sila baca artikel seputar travelling di Singapura lainnya di sini!

Leave A Response

Leave a Reply

Close
%d bloggers like this: