Rekomendasi Film Thriller Korea Terbaik di Tahun 2003

Sudah cukup lama saya ingin membuat daftar panjang film thriller Korea terbaik namun sulit menulisnya perihal masalah menentukan film apa yang pantas diletakkan di posisi pertama.

Oleh karena itu, saya putuskan untuk membaginya saja menjadi beberapa tulisan berdasarkan rilis tahunnya dan lalu secara adil menyampaikan alasan personal mengapa saya memuja-muja film tersebut ketimbang meletakkan standarisasi pada angka/numerikal teratas dan terbawah.

Pada artikel ini saya akan menyusun tiga rekomendasi film thriller korea terbaik yang dirilis pada tahun 2003.

Apa saja? Cek daftarnya di bawah ini:

Film Thriller Memories of Murder

Film Thriller Memories of Murder (2003)_KukuhGiaji

Berdasarkan kejadian nyata, film ini mengisahkan dua detektif yang berupaya membongkar kasus pembunuhan berantai di Provinsi Gyunggi, kota Hwaseong, Korea Selatan. Berlatar tahun 1986, beberapa perempuan ditemukan tewas setelah diperkosa lalu dibunuh dengan kejam: mereka diikat serta dibekap dengan stoking.

Kasus ini sangat terkenal dan terus dibahas hingga sekarang karena menjadi Cold Case “kasus tidak terselesaikan”. Kasus ini terjadi pada pertengahan September 1986 hingga April 1991 dan selama periode waktu tersebut setidaknya ada 10 korban yang semuanya adalah wanita. Bahkan ada penyintas yang bersaksi bahwa tersangka adalah pemuda berumur 20-tahunan dan tampak biasa saja.

Kontroversi selama penyelidikan timbul karena pihak kepolisian ditekan militer dan melakukan pemaksaan kepada para tersangka agar mengakui tindak kriminal.

Bahkan total tersangka sampai lebih 20.000 orang. Imbasnya terjadi aksi bunuh diri seorang pemuda dengan keterbatasan mental yang dituduh sebagai pelaku. Film korea yang disutradarai dan ditulis Bong Joon-ho ini kurang lebih mengambil referensi dengan kejadian nyata di atas.

Detektif Park Doo-Man (diperankan Kang-ho Song) dan Detektif Sae Tae-Yoon (Sang-kyung Kim) berkolaborasi untuk menemukan pelaku, beberapa adegan investigasi yang terjadi kala itu juga turut ditampilkan.

Paling menonjol adalah bagaimana naskah menambahkan unsur fiktif yang di mana pelaku dapat dianalisis dan penyidik menemukan titik terang tersangka sebenarnya walau ternyata setiap petunjuk sama sekali tidak berkaitan satu sama lain.

Tempo cerita dalam film ini cenderung lamban namun tidak berbelit-belit apalagi menjemukan malah penonton turut diajak untuk membongkar kasus dan ikut berprasangka.

BACA JUGA  Rekomendasi Film Thriller Korea Terbaik di Tahun 2010

Film ini tidak seperti kebanyakan film thriller Korea lainnya yang bertemakan balas dendam. Memories of Murder tampil sebagai film sederhana dengan kualitas dan kepawaian bercerita luar biasa disertai aktinng-akting luar biasa dari para aktornya.

Akhir kisah yang melaju ke tahun 2003 di mana detektif Park Doo-Man telah menjadi pebisnis lalu mengunjungi tempat kejadian perkara adalah interpretasi terbaik mengenai sosok tersangka kasus Hwaseong dan salah satu pengalaman sinema luar biasa yang pernah saya alami.

Empat menit terakhir dalam Memories of Murder merupakan adegan paling adiluhung bagi saya dan bisa dikatakan sebagai salah satu penutup film thriller terbaik sepanjang masa.

Film Thriller Oldboy

Film Thriller Oldboy (2003)_KukuhGiaji

Dari semua film bertemakan balas dendam, Oldboy adalah maha karya sempurna yang tidak hanya mengedepankan aksi laga atau sekedar bermain dengan ketegangan saja tetapi naskahnya memang benar-benar keji, kontroversial dan vulgar.

Masuk dalam rangkaian The Vengence Trilogy dari Park Chan-Wook, film thriller ini memang tidak bisa untuk tak dibahas jika tidak mengungkit dua film lainnya karena ketiganya sama-sama berfokus pada hubungan antara orang tua dan anak, dendam, serta rasa kehilangan.

Bila Symphaty for My Vengence (2002) adalah hasil coba-coba yang berujung pada tragedi sementara Lady Vengence (2005) condong kepada menuntut balas dengan bengis. Maka Oldboy lebih identik terhadap perpaduan keduanya melalui cerita manis getir para tokohnya.

Mengisahkan Dae-su Oh (diperankan Min-sik Choi) yang diculik secara misterius dan disekap selama lima belas tahun lalu dilepaskan dengan perintah untuk menemukan pelakunya dalam waktu lima hari, yang tak lain dan tak bukan adalah Woo-jin Lee (diperankan Ji-tae Yu). Min-sik bersama Mi-do (diperankan Hye-jeong Kang) berusaha menyingkap alasan penculikan tersebut dan ternyata menuntun kepada dosa yang pernah dilakukan Dae-su puluhan tahun silam kepada Woo-jin.

Begitu banyak adegan yang dikatakan tersohor, misal adegan perkelahian Dae-su tanpa henti di lorong selama tiga menit dengan senjata palunya (one take) dan menjadi salah satu adegan paling bersejarah dalam dunia sinema.

Atau kekuatan visual dan cerita ketika Dae-su bertemu dengan Woo-jin diiringi suara latar persetubuhan antara dirinya dan Mi-do yang memilukan dan menjadi penutup paling nahas yang pernah ada dalam film korea manapun. Oldboy tidaklah dapat diprediksi dan mampu mengaburkan batas moralitas manusia.

BACA JUGA  Rekomendasi Film Thriller Korea Terbaik di Tahun 2010

Oldboy masuk ke dalam daftar film thriller korea terbaik untuk saya karena membuat saya selama menonton terperanjat, geleng-geleng kepala dan sesak napas menanti akhir nasib setiap karakter. Saya ingat betul kali pertama menonton film korea ini mulut saya menganga dan mata melotot karena tak percaya naskahnya begitu manipulatif.

Film Thriller A TALE OF TWO SISTERS

Film Thriller A Tale of Two Sisters (2003)_KukuhGiaji

Film thriller menekankan pada aspek ketegangan dan kompleksitas cerita karena itu meskipun A Tale of Two Sisters bergenre horror tetap bisa masuk ke dalam rekomendasi ini.

Mengisahkan dua saudari Soo-Mi (diperankan Lim Soo-Jung) dan Su-Yeoun (diperankan Moon Geun-Yeoung) yang baru saja kembali dari rumah sakit lalu mendapati bahwa ayahnya telah menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Eun-Joo (diperankan Yum Hung-Ah). Seperti kisah klasik Cinderella maka kedua saudari ini harus menghadapi kekejaman ibu tirinya.

Menariknya, dalam film korea ini peran hantu berfungsi sebagai simbolisasi keseluruhan cerita bukan sekedar akar permasahannya saja. Horor tidak digunakan dengan metode jump scare tetapi sebagai atmosfir film agar mencekam guna membantu development cerita untuk memecahkan misteri apa yang di ada di dalam rumah mereka: apakah si ibu tiri itu terlibat dalam kasus pembunuhan? Penonton digiring untuk menduga-duga apa yang selanjutnya akan terjadi dalam film A Tale of Two Sisters.

Film ini berakhir ironi dan sekaligus menyedihkan. Menggunakan aspek waktu cerita linier dan imajinasi membuat kita selaku penonton berdecak kagum atas twist yang disajikan. Jika kamu pernah menonton film Pintu Terlarang (2009) maka tidak akan asing lagi dengan model alur naskahnya. Bahkan dalam berbagai aspek terutama storytelling, film besutan Joko Anwar itu tampak terinspirasi dari film korea ini.

Itulah 3 rekomendasi film thriller Korea terbaik di tahun 2003 yang meskipun sudah termasuk film lawas tetapi tidak boleh kamu lewatkan! Film-film ini nantinya akan menjadi pionir untuk berbagai film bergenre serupa lainnya di masa depan.

Leave A Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close