Review Buku The Political Economy of Communication

Review Buku The Political Economy of Communication

Vincent Mosco dalam buku The Political Economy of Communication berargumen bahwa perspektif ekonomi politik adalah studi mengenai relasi sosial, khususnya yang bertalian dengan relasi kuasa, baik dalam produksi, distribusi, dan konsumsi sumber daya, termasuk sumber daya komunikasi.

Lantas apa sumbangsih perspektif ini kepada bidang komunikasi? Untuk menjawab itu terlebih dahulu kita perlu mengenal empat karakteristik besar perspektif ini.

Tentang Ekonomi Politik

Pertama, perspektif ekonomi politik secara konsisten diposisikan sebagai garda terdepan untuk memahami dinamika perubahan sosial dan transformasi historis, misalnya mengkritisi kemunculan era masyarakat informasi: apakah ini memang hal baru atau sesungguhnya merupakan bentuk lain dari kapitalisme yang mungkin baiknya difrasakan sebagai informational capitalism.

Kedua, ekonomi politik cenderung melihat secara total relasi sosial yang membentuk berbagai aspek kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

Lalu, ada filsafat moral yang berarti bahwa ekonomi politik peduli terhadap nilai-nilai yang membantu untuk menciptakan perilaku sosial terkait moralitas, contohnya adalah menyerukan kesetaraan pendapatan, akses pendidikan, partisipasi publik dalam produksi budaya, dan jaminan hak kebebasan berpendapat.

Terakhir, adalah sosial praksis dimaksud bahwa ekonomi politik dapat memberikan perubahan sosial dan intervensi sosial yang bersebrangan dengan tradisi akademi klasik yang memisahkan posisi antara sarjana dan aktivis.

Ekonomi Politik Komunikasi

Definisi dan karakteristik ekonomi politik itu kemudian membantu Mosco untuk secara kritis dan reflektif memperluas definisi komunikasi yang dalam argumentasinya di buku The Political Economy of Communication yaitu bahwa komunikasi adalah produk sosial yang menghasilkan makna dan membentuk suatu hubungan sosial.

Maka, ekonomi politik komunikasi digunakan untuk mengkaji bagaimana: [1] operasi bisnis komunikasi bekerja; [2] perilaku konsumen; dan [3] bagaimana media sebagai sumber daya komunikasi memanfaatkan perilaku konsumen menjadi produk untuk dijual di pasar. 

Jika demikian ikhwalnya, ekonomi politik komunikasi adalah studi untuk memahami bagaimana operasi kekuasaan bekerja dalam industri bisnis komunikasi. Kerangka epistimologi dari perspektif ini dibangun dari pandangan realis, inklusif, konstitutif, dan kritis.

BACA JUGA  Review Novel My Heart and Other Black Holes

Sementara fondasi ontologisnya menyakini bahwa perubahan sosial terjadi di mana-mana maka dari itu konsentrasinya condong ke proses sosial dan relasi sosial.

Dilandasi prinsip tersebut, Vincent Mosco di buku The Political Economy of Communication menggagas tiga titik masuk pendekatan ekonomi politik komunikasi, yaitu komodifikasispasialisasi, dan strukturasi.

Dari Komodifikasi Ke Spasialisasi Menuju Strukturasi

Komodifikasi adalah proses transformasi barang dan jasa berserta nilai gunanya menjadi suatu komoditas yang memiliki nilai tukar di pasar. Dalam mengkaji komoditas, ekonomi politik cenderung banyak menganalisis konten media ketimbang audiens dan buruh media. Hal ini didasari atas kepentingan untuk memahami cara korporasi dan pemerintahan mengelola produk media mereka, contohnya promosi tayangan program televisi/film yang dilakukan di berbagai platform yang dimiliki oleh suatu institusi media.

Namun, tentu saja komodifikasi juga berlaku pada audiens dan buruh sebagaimana konten. Misalnya komodifikasi buruh media dimana mereka mengemban tugas ganda, contohnya jurnalis di media cetak kini mesti juga menulis di media daring. Ini mendorong banyak perusahaan media menentapkan standar karyawan mereka untuk memiliki kemampuan atau skillsyang banyak tapi tetap bisa dibayar rendah. Proses komodifikasi memegang dua prinsip penting untuk penelitian komunikasi. Pertama, berkaitan dengan praktik komunikasi dan teknologi, yang membuat perusahaan memiliki kontrol lebih besar terkait proses proses produksi, distribusi, dan pertukaran. Dan kedua, komodifikasi sebagai titik masuk untuk memahami lebih spesifik institusi dan praktek komunikasi.

Selanjutnya, spasialisasi adalah transformasi ruang dan waktu yang terjadi berdampingan dengan komodifikasi dimana produk komunikasi dapat tersaji di mana saja dan kapan saja atau bersifat borderless (tanpa batas) karena itu ini juga mencakup proses globalisasi.

BACA JUGA  Review Esai Merlyna Lim, Many Clicks but Little Sticks: Social Media Activism in Indonesia

Dalam perspektif ekonomi politik komunikasi, spasialisasi termanifestasikan melalui bentuk konsentrasi perusahaan media. Pertama, integrasi horizontal mengambil tempat ketika perusahaan media memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan di luar media ataupun sebaliknya. Kedua, integrasi vertikal yaitu penggabungan antar dua atau lebih perusahaan media. Kedua model kontenstrasi itu bertujuan sama yakni untuk ekpansi produksi dan distribusi. Pada akhirnya, spasialisasi memunculkan perdebatan tentang upaya resistensi, pembentukan ruang publik, hingga globalisasi.

Terakhir, strukturasi berkaitan dengan pandangan Marx bahwa perubahan atau aksi sosial dapat terjadi jika struktur sosial memungkinkan. Oleh karena itu, penelitian strukturasi berguna untuk menyeimbangkan analisis ekonomi politik komunikasi yang terkonsentrasi pada struktur dengan menempatkan ide-ide besar terkait agensi manusia, proses sosial, dan praktik sosial sekaligus memunculkan kajian baru dengan interseksi dimensi kelas, gender, dan ras.

Lebih lanjutnya, Mosco mengungkapkan bahwa strukturasi bisa digunakan untuk menganalisis gerakan sosial, misalnya media alternatif sebagai antitesis dari media arus utama yang condong mendominasi dan hegemonik.

Kesimpulan

Akhir kata, ekonomi politik komunikasi sangat relevan dalam penelitian cultural studies yang memandang budaya sebagai praktik penandaan karena itu kajian ini politically sensitive dan banyak meminjam konsep-konsep post-strukturalis yang berpengaruh pada kalangan post-modernisme. Bersama-sama kedua perpektif ini mampu untuk mendestabilisasi dan membongkar sistem atau tatanan yang ada dalam industri bisnis komunikasi.

Hal itu dirangkum secara cermat dan detail oleh Mosco dalam buku The Political Economy of Communication. Jika Anda seorang pengkaji media dan komunikasi sudah kudu pasti mesti membaca buku satu ini!

Leave A Response

Leave a Reply

Close
%d bloggers like this: