Review Drama Korea Kingdom Netflix (2019)

Drama korea Kingdom Netflix (2019) adalah serial original Netflix berdasarkan webcomic berjudul Kingdom of Gods oleh Kim-Eun-Hee, yang juga sekaligus menjadi penulis naskah drakor ini. Semenjak menonton trailer-nya per Desember 2018 silam, saya yakin seyakinnya ini akan menjadi mega best hit bagi Netflix guna memasuki pangsa pasar Korea Selatan dan Asia Tenggara. Terbukti, tidak lama setelah dirilis Kingdom resmi mendapatkan musim keduanya yang akan tayang di tahun depan.

Kingdom Netflix (2019) mengisahkan pemberontakan Putera Mahkota, Lee Chang (diperankan Ju Ji-Hoon) atas penyelewengan kekuasaan yang dilakukan oleh istana namun aksinya itu tersendat dikarenakan Sang Raja sedang sakit keras. Masalahnya adalah Ratu Kim Hye-Jun (diperankan Kim Hye-Jun) dan Jo Hak-Joo (diperankan Ryoo Seung-Ryong), Ketua Dewan Negara dan sekaligus ayahnya itu melarang siapapun untuk menemui Raja. 

Tak terima, Putera Mahkota Chang berusaha menyelidiki namun malah berpapasan dengan sosok serupa monster mengerikan di dalam istana. Bersama pengawal pribadinya, Moo-Young (diperankan Kim Sang-Ho), mereka mencari tabib Lee Seung-Hui (diperankan Kwon Bum-Taek) yang merupakan juru rawat terakhir raja.

Sesampainya di Klinik Jiyulheon mereka malah bertemu dengan tabib Seo-Bi (diperankan Bae Doo-Na), dan juga tumpukan mayat diikat di bawah bangunan rumah.

Daur Ulang Tapi Impresif 

Bagi para fan zombie sudah dipastikan akan skeptis terhadap drama korea satu ini mengingat banyak tayangan serupa berkonsep sama misalnya serial The Walking Dead atau film Train to Busan. Topik-topik seputar survival atau rasa kemanusiaan sudah dipastikan akan sentral dibicarakan.

Namun Kingdom Netflix (2019) membawa level baru bagi genre ini dengan membuat latar waktu peristiwa di periode Joseon, yang otomatis set dan kostum tampil begitu luar biasa detail, menonjol dan megah. Ditambah dalam drama korea Kingdom tidak ada model senjata seperti pistol, senapan atau panah-panahan ala Daryl Dixon melainkan pedang, tombak dan obor (juga senapan rakitan) adalah satu-satunya senjata yang bisa dipakai untuk melawan kawanan zombie ini.

BACA JUGA  Impresi Awal Drama Korea When the Devil Calls Your Name (2019)

Intrik politik istana juga tidak bisa diremehkan. Nafsu kekuasaan Hak-Joo dan Hye-Jun menuntun mereka untuk mengepung kota yang ditinggali Chang dengan maksud membunuhnya meskipun mengorbankan seluruh penduduk. Hal ini guna mengamankan takhta raja karena Hye-Jun tengah mengandung anak yang bila laki-laki maka ia adalah ahli waris sahnya.

Alih-alih berkonsep survival nyatanya drakor Kingdom malah memusatkan konflik pada kontestasi politik kerajaan. Tidak hanya itu, langkah berani juga dilakukan dengan mengusung konsep zombie yang hanya aktif ketika matahari terbenam dan bisa berlari begitu kencang. Sangat berbeda dengan tipikal film atau serial zombie masa kini. Lewat Kingdom, Netflix tampak berusaha menantang Game of Thrones-nya HBO.

Apakah ini berhasil?

Naskah dan Visual Menjanjikan 

Ditulis langsung oleh kreator webcomic-nya, Kim Eun-Hee menurut saya berhasil membuat formulasi storytelling yang menakjubkan dan ini pun bukan lagi suatu kejutan. Eun-Hee sebelumnya pernah menjadi penulis naskah untuk drakor Signal, yang merupakan drakor favorit saya hingga saat ini. Ia memang pandai betul meramu dan meracik perkembangan cerita termasuk para karakternya.

Kita digiring untuk percaya bahwa zombie-zombie itu hanya aktif di malam hari. Kita juga dibuat yakin bahwa sang Ratu berusaha menjaga kursi raja untuk anaknya. Dan di momen-momen terakhir pula, Eun-Hee memberikan kita sebuah kejutan besar!

Lewat upaya Seo-Bi yang mencari asal muasal tumbuhan penyebab zombie kita mendapati bahwasanya para mayat hidup mengerikan itu bukan aktif disebabkan oleh waktu melainkan suhu. Ini langkah yang sangat brilian! Karena saya pun tidak sampai memikirkan twist semacam itu.

Alkisah, para zombie itu ternyata akan tertidur jika suhu udara panas sedangkan bila suhu dingin mereka akan terbangun untuk mencari mangsa. Parahnya winter is coming!

Di tengah kepungan prajurit kerajaan, Putera Mahkota Chang juga harus menghadapi kawanan zombie yang mendekati kota dan siap memangsa para penduduknya. Sementara di istana, Ratu Hye-Jun diam-diam mengumpulkan seluruh ibu hamil yang akan melahirkan di ibu kota Hanyang. Ia bertekad meskipun bukan darah dagingnya ia harus memegang kekuasaan.

BACA JUGA  Review Drama Korea Prison Playbook (2017)

Dengan total 6 episode, Kingdom Netflix (2019) tidak hanya sekedar memberikan momen-momen mengerikan berkejar-kejaran dengan kerumunan zombie tetapi juga cakap memainkan emosi penonton berkat unsur politik di dalamnya. Secara visual, kita juga akan dimanjakan dengan tone dan palet warna hangat sekaligus mencekam dan breathtaking!

Akhir kata, sulit menemukan kelemahan di dalam drama korea Kingdom yang berfomat mini-series ini karena alur cerita pun juga padat sehingga tidak bertele-tele dan Netflix sendiri serius menggarap drakor ini dengan mengucurkan dana sampai US$ 1,7 juta!

Leave A Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close