Review Drama Korea Strangers from Hell (2019)

Drama korea Strangers from Hell (2019) mengisahkan Yoon Jong-Woo (diperankan Im Si-Wan), pemuda 20-an yang tinggal di kosan misterius bernama Eden. Para penghuni kosan yang misterius perlahan menganggu kehidupan sehari-harinya, dari hal-hal remeh hingga mengancam nyawanya.

Di tengah kekalutan itu, Jong-Woo juga turut menerima penindasan di kantornya, dan pacarnya, Min Ji-Eun (diperankan Kim Ji-Eun) pun tidak mempercayainya.

Strangers from Hell bisa dikatakan adalah cerminan kehidupan modern dan kota metropolitan yang jauh dari kata kenyamanan. Tampaknya memang benar hal yang paling menakutkan di dunia adalah manusia. Drama terbaru OCN ini berhasil merefleksikan bagaimana manusia bisa saling mengalienasi, menindas, dan mengasingkan satu sama lain.

Menariknya lagi, drakor ini juga mampu menyentuh semua lapis kehidupan masyarakat, dari persoalan segregasi sosial, ketenagakerjaan, hingga moralitas manusia. Semua tokoh tidak ada yang terbuang percuma. Mereka masing-masing merepresentasikan watak manusia.

Tokoh Shin Jae-Ho (diperankan Cha Rae Hyoun) misalnya menggambarkan sosok kapitalis dan pemodal, yang mempekerjakan Jong-Woo atas klaim pertemanan padahal ingin mendapatkan karyawan dengan gaji murah. Sementara ada Reporter Jo Yoo-Cheol (diperankan Lee Suk) yang di dua episode terakhir bisa dikatakan mencerminkan logika media yang selalu berorientasi pada hiburan dan keuntungan. Dan tokoh-tokoh lain pun turut menandakan manusia ibu kota yang cenderung apatis satu sama lain.

drakor strangers from hell

Dari sini kita bisa menyimpulkan, drama korea Strangers from Hell menawarkan pembacaan lain mengenai kota metropolitan yang dalam konteks ini adalah Kota Seol. Kota metropolitan selalu diidentikkan dengan kota yang maju, penuh tawaran dan juga kesempatan meraih mimpi.

Nyatanya Jong-Woo yang merupakan pemuda desa yang pindah ke ibu kota demi mengejar mimpinya menjadi penulis malah berakhir dikucilkan. Kota metropolitan memang bukanlah segala-galanya malah menjadi sangat mengerikan.

Itulah ulasan singkat saya mengenai drama yang berjumlah total 10 episode ini. Cukup singkat memang mengingat umumnya drama televisi korea berkisar 16-20 episode. Bagi saya, Strangers from Hell sama sekali tidak boleh dilewatkan. Drama yang condong bergenre thriller-psychological ini sangat piawai dalam mengaduk-adukkan dan meresahkan perasaan penontonnya.

Nah, bagi kamu yang tidak tahu, drakor ini sebenarnya diangkat dari webtoon berjudul sama dan memiliki sejumlah perbedaan yang telah saya ulas di artikel sebelumnya.

Baca: Perbedaan Drama Korea Strangers from Hell (2019) dengan Web Komiknya

Namun kali ini saya akan membahas secara rinci dan detail apa saja perbedaannya dan apakah ini memengaruhi secara signifikan keseluruhan dan pesan cerita?

BACA JUGA  Review Drama Korea The Guardians (2017)

Bagi kamu yang tidak ingin terkena spoiler harap jangan membaca kelanjutan tulisan di bawah ini yah!

Struktur Penghuni Kos Eden

Drama Korea Strangers from Hell
[POSTER] Penghuni Kost di Drama Korea Strangers from Hell

Di dalam webtoon komik karya Kim Yongki, para penghuni kosan terdiri atas: ibu kos yakni Eom Bok-Soon (diperankan Lee Jung-Eun); Yoo Ki-Hyeok (diperankan Lee Hyun-Wook); Byeon Deuk-Jong (diperankan Park Jong-Hwan); dan Hong Nam-Bok (diperankan Lee Joong-Ok).

Berbeda, ada dua tokoh baru yakni si dokter gigi, Seo Moon-Zo (diperankan Lee Dong-Wook) dan juga tokoh Deuk-Jong menjadi kembar. Lantas apakah ini memengaruhi cerita?

Jawabannya: Sangat!

Alkisah di komiknya, tokoh Ki-Hyeok adalah otak besar di balik semua kekejian kosan Eden. Ki-Hyeok yang sangat terobsesi pada Jong-Woo itu ingin menjadikan Jong-Woo menjadi psikopat serupa dengannya. Ia merancang agar Jong-Woo menjadi gila secara perlahan-lahan.

Lee Dong Wook dalam Strangers from Hell
Lee Dong Wook dalam Strangers from Hell

Berbeda, di drakor Strangers from Hell ini tokoh Moon-Zo adalah otaknya a.ka the mastermind-nya. Ki-Hyeok hanyalah karyanya yang gagal dan Jong-Woo menjadi targetnya agar menjadi maha karya sempurna. Hal ini cukup merubah jalannya cerita di mana Ki-Hyeok hanya tampil dua episode saja karena langsung dibunuh oleh Moon-Zo.

Menurut saya adanya karakter tambahan Moon-Zo sangat tidak relevan karena masih tidak kuat dan masih bengis penggambaran tokoh Ki-Hyeok di komik. Sederhananya, tanpa tokoh Moon-Zo sekalipun drakor ini masih bisa berjalan semestinya.

Karakter si kembar juga merubah drastis cerita. Di komiknya, tokoh Byeon Deuk-Jong ini pura-pura gila demi mengelabui Jong-Woo. Tapi dualitas karakter ini kemudian di pecah dalam drakor. Padahal momen momen terakhir karakter Deuk-Jong penting bagaimana kemudian tokoh pembunuh kita sebegitu menakutkan dan berbahayanya.

Karakter Tambahan

Ahn Eun-Jin dalam Strangers from Hell
Ahn Eun-Jin dalam Drama Korea Strangers from Hell (2019)

Ada beberapa tokoh di dalam drakor ini yang sebelumnya tidak pernah ada di komiknya, salah satunya adalah seorang Polwan, So Jung-Hwa (diperankan Ahn Eun-Jin), yang menyelidiki kosan Eden.

Sedari awal di komiknya tidak pernah ada keterlibatan polisi menginvestigasi penghuni kosan Eden. Tentu ini mengubah jalan cerita di mana Jung-Hwa akan berperan mengeskpos kejahatan aktivitas para penghuni.

Lewat karakter Jung-Hwa sendiri masa lalu penghuni kosan terkuak. Diceritakan Eom Bok-Soon merawat para penghuni kos yang tinggal di panti asuhan bersama dengannya. Ia mengasuh lima anak itu menjadi pembunuh berdarah dingin dan juga kanibal.

Masa lalu ini sekiranya penting disajikan karena menjelaskan motif pembunuhan bengis itu dan juga bagaimana seluruh penghuni bisa bertemu satu sama lain.

BACA JUGA  Review Drama Korea Prison Playbook (2017)

Kehilangan Fokus Terhadap Jong-Woo

Im Si-Wan dalam Drakor Strangers from Hell

Ini adalah perasaan saya yang murni subjektif selama menonton drama korea Strangers from Hell.

Bagi saya tampak naskah ingin memberikan porsi yang cukup bagi setiap karakter. Di satu sisi hal ini efektif untuk menjelaskan histori dan kepribadian karakter. Tetapi di sisi lain, menurut saya karakter Jong-Woo menjadi kurang diperhatikan dan terasa tergesa-gesa mencapai tahap kehilangan kewarasan. Sementara di komiknya, Jong-Woo ini sangat sentral.

Adegan-adegan penting kemudian juga diubah dan malah menunjukkan Jong-Woo memiliki sifat yang terkesan baik. Contohnya di komik, ketika adegan Jong-Woo dan Jae-Ho melihat perkelahian, si Jae-Ho menyuruh Jong-Woo agar menghindari konflik dan memberikan pesan agar memikirkan dirinya sendiri saja.

Berlawanan, di drakor ini malah Jong-Woo melerai perkelahian. Padahal di komiknya ini menjadi trigger Jong-Woo untuk tidak percaya pada orang-orang di sekitarnya yang berbahaya.

Meskipun agak kurang greget tapi toh saya juga berhasil tetap merasakan rasa frustasi, kegelisahan, dan skeptisisme Jong-Woo yang lambat laun menelan kewarasannya.

Ending: Brilian dan Gila!

Diberikan rating umur21+ khusus episode terakhirnya, saya sudah menduga drama korea Strangers from Hell akan sangat berdarah-darah serupa dengan komik aslinya. Kegilaan ini berhasil diwujudkan dengan ciamik sekali! Dan menjadi salah satu adaptasi terbaik bagi saya.

Betapa tidak, sebagai pembaca komik yang sudah tahu pasti akhir kisahnya saya pun berhasil diberikan kejutan dan depresi yang sangat di mana Lee Chang-Hee berhasil menjungkir balikkan susunan adegan. Benar-benar sangat menipu saya!

Padahal di menit-menit terakhir saya telah skeptis karena malah tokoh Moon-Zo yang berakhir membunuh semua para penghuni kosan. Padahal di komiknya Jong-Woo lah yang naik pitam dan membunuh seluruh penghuni bahkan termasuk si villain utamanya yakni Ki-Hyeok sendiri.

Untungnya, di akhir kita mendapati Jong-Woo ternyata yang membunuh semua penghuni sebagai syarat agar bisa dibebaskan oleh Moon-Zo.

Ji-Eun, yang disekap dan menutupi fakta kejadian juga sangat brilian begitu pula Jung-Hwa yang menyadari kejanggalan tragedi di kosan Eden itu.

Pada akhirnya mereka berdua berusaha menyembunyikan kejadian sebenarnya demi melindungi Jong-Woo, yang sudah mulai menggila dan haus darah.

Itulah keseluruhan cerita drama korea Strangers from Hell yang sekali lagi tidak boleh kamu lewatkan!

Leave A Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close