Review Film Korea Ashfall (2020)

Cover Film Korea Ashfall_KukuhGiaji

Film Korea Ashfall (2020) mengisahkan bencana letusan Gunung Baekdu yang berpotensi besar meluluhlantakkan sebagian wilayah Korea Selatan. Untuk mencegah gempa susulan terbesar, pemerintah Korea kemudian mengutus pasukan Kompi Penjinakan Bahan Peledak (EOD) yang dipimpin oleh Kapten Jo In-Chang (diperankan Ha Jung-Woo) untuk mencuri nuklir di Korea Utara dan meledakkannya guna meredam letusan.

Namun sayangnya, rencana tersebut tak berjalan mulus karena Prosefor Kang Bong-Rae (diperankan Ma Dong-Seok) menyadari bahwa ia salah mengestimasikan waktu ledakan Gunung Baekdu.

Di saat bersamaan, tim EOD harus menghadapi akal bulus agen ganda Lee Joon-Pyeong (diperankan Lee Byung-Hun) yang melakukan segala cara untuk mencuri nuklir dan menculik Jung-Woo.

Ashfall menawarkan gaya bercerita unik melalui mix genre yang sedikit berbeda dibandingkan film korea bertemakan bencana alam pendahulunya, yaitu Tidal Wave (2009) dan Pandora(2016).

Berikut ini adalah ulasan lengkapnya!

Film Korea dengan Konflik Drama yang Membosankan

Film-Korea-Ashfall_Bong-Rae-Ma-Dong-Seok-dan-Jeon-Yo-Kyung-Jeon-Hye-Jin
Bong Rae (Ma Dong-Seok) dan Jeon Yo Kyung (Jeon Hye-Jin)

Tidak butuh waktu lama bagi penonton untuk merasakan ketegangan hebat dalam film korea Ashfall, yang di mana ledakan Gunung Baekdu langsung tersajikan di menit-menit awal film.

Alkisah In-Chang tengah berkendara untuk menemui istrinya, Choi Ji-Young (diperankan Bae Suzy) yang tengah hamil tua. Naasnya, perjalanan In-Chang terhambat karena gempa bumi hebat yang menghancurkan trotoar dan gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya,

Film lantas bergulir cepat dengan adegan menegangkan In-Chang yang mengendarai mobilnya sembari menghindari maut di mana-mana. Dan tentu saja, sebagaimana film-film bertemakan disaster lainnya, maka film ini segera memperkenalkan Jung-Woo sebagai sosok heroiknya. Meskipun begitu, setelah adegan menegangkan tersebut Ashfall malah terasa menjemukan.

Hal ini lantaran konflik drama yang hadir di antara tokoh In-Chang dan Ji-Young cukup hambar dan telah lazim digunakan dalam berbagai film serupa. Singkatnya, In-Chang akan meninggalkan Ji-Young yang tengah hamil, maka endingnya bisa diprediksi menjadi dua plot: In-Chang mengorbankan dirinya atau berhasil bertahan hidup. Entah apapun itu, kita juga bisa menduga bahwa di tengah atau akhir film tepat saat adegan sedang tegang-tegangnya tokoh Ji-Young akan melahirkan anaknya.

Selain itu, Ashfall juga tidak piawai dalam mengembangkan dua tokoh pendukungnya, yaitu profesor Bong-Rae dan Jeon Yoo-Kyung (diperankan Jeon Hye-Jin). Pada akhirnya, unsur drama pada film ini hanya menggunakan format cerita yang terbilang sudah usang.

Ashfall: Berbalut Komedi Menegangkan

Review Film Korea Ashfall_KukuhGiaji
In-Chang (Ha Jung-Woo) dan Lee Joon-Pyeong (Lee Byung-Hun)

Satu hal menarik dan menonjol dalam film korea ini adalah perselisihan antara tokoh In-Chang dan Lee Joon-Pyeong yang bertransformasi menjadi ‘bromance’. Meski seringkali berselisih paham, tetapi nyatanya selalu ada momen-momen jenaka di antara mereka berdua yang justru menjadi penyelamat Ashfall!

Bahkan ada satu momen menggemaskan ketika In-Chang merengek tidak ingin melanjutkan misinya dan merajuk kepada Joon-Pyeong untuk mengambil nuklirnya saja. Dalam upaya merajuk itu, In-Chang pun menggunakan “hyung” untuk memanggil Joon-Pyong yang menunjukkan adanya keakraban di antara mereka berdua. “Hyung” sendiri adalah istilah yang digunakan oleh laki-laki kepada laki-laki lebih tua yang lazimnya telah akrab dan kenal lama dengannya.

Unsur komedi ini tentu selalu bertautan dengan aksi menegangkan di mana Tim EOD Korea Selatan harus menyelesaikan misinya meskipun dihalangi oleh militer Amerika Selatan dan gangster Tiongkok. Adekan baku tembak menjadi tak terhindarkan dan semakin menambah ketegangan ketika menonton film korea Ashfall.

Final Thoughts

Ha Jung-Woo dalam film korea Ashfall (2020)
Ha Jung-Woo dalam film korea Ashfall (2020)

Secara keseluruhan film korea Ashfall berhasil menawarkan suatu gaya bercerita film disaster yang berbeda sehingga masih fresh dan asik untuk dinikmati. Penonton pun bisa jadi terkecoh di awal karena langsung ingin memprediksikan ending ceritanya seperti yang saya lakukan.

Meski ide ceritanya pun tidak baru, tetapi komedinya mampu mengocok perut sehingga sayang dilewatkan bagi kalian yang terutama ingin mencari tontonan hiburan menyenangkan.

Leave A Response
Giaji

Giaji

A 20-something who loves writing and watching mostly k-dramas. Apart from tv and movie reviews, I also talk and discuss about cultural and media issues. If you find my blog useful and helpful don't forget to subscribe. Thanks for reading!

Leave a Reply

Close
%d bloggers like this: