Review Film Korea Extreme Job (2019)

Film korea Extreme Job (2019) mengisahkan aksi penyamaran lima anggota SATGAS Anti-Narkoba sebagai pengelola restoran ayam. Lee Byeong-Hun selaku sutradara tampak paham betul bahwa film komedi tidaklah harus selalu terus menerus untuk ditertawakan. Fim terbaru garapan CJ Entertainment ini nyatanya sukses meramu dua genre: aksi dan komedi.

Dalam pembuka adegan Extreme Job, kita akan langsung berkenalan dengan si Kapten Go (diperankan Ryoo Seung-Ryong) yang bodor. Selanjutnya ada Detektif Jang (diperankan Lee Ha-Nee), Detektif Ma (diperankan Jin Seon-Kyu), Detektif Young-Ho (diperankan Lee Dong-Hwi), dan Detektif Jae-Hoon (diperankan Gong Myung). Dari sini saja kita bisa tahu bahwa ini bukan tim biasa.

Perkaranya, kerja mereka dinilai buruk dan menghamburkan uang oleh Inspektur Polisi (diperankan Kim Eui-Sung). Ditambah adanya intrik perebutan kasus antar tim SATGAS lain. Masalah lainnya, Detektif Go digambarkan sebagai tokoh yang tidak antusias dengan pekerjaannya: yang penting beres. Sementara anggotanya hanya bisa menurut dan pasrah.

Sampai suatu ketika tim ini menemukan adanya dugaan transaksi jual-beli narkoba yang melibatkan geng Lee Moo-Bae (diperankan Shin Ha-Kyun) dan Ted Chang (diperankan Oh Jung-Se). Alih-alih menangkap gembong narkoba itu, tim yang dipimpin Kapten Go itu malah terlena dengan kesuksesan bisnis restoran ayam mereka.

Alhasil, mereka terjebak di antara dua profesi yaitu polisi dan pebisnis.

Logis dan Humoris

Extreme-Job-2019-Review_KukuhGiaji

Mix genre antara komedi dan aksi memiliki kecenderungan untuk menampilkan lawakan yang tidak logis. Paling sering kita temukan pada adegan laganya yang sudah pasti konyol, absurd, dan mustahil. Belum lagi sensasi ledakan mobil yang bombastis untuk memecahkan gendang telinga penonton.

Jangan lupakan kemungkinan adanya unsur percintaan antara tokoh utamanya (entah itu protagonis/protagonist, antagonis/antagonis, atau protagonis/antagonis).

BACA JUGA  Review Film Korea The Wailing (2016)

Secara garis besar film korea Extreme Job menggunakan langkah serupa namun terampil untuk membatasi durasi antara laga, aksi, dan romantis di dalamnya. Nyawa film ini adalah Detektif Ma dan Detektif Jang. Mereka kerap berseteru dan berbeda pandangan tapi toh, akhirnya saling jatuh cinta. Semua itu dikemas dengan konyol, dan uniknya juga bisa begitu logis.

Kelogisan dalam film korea ini adalah dengan menggunakan isu gaji polisi Korea Selatan yang kian buruk sebagai konflik pribadi internal para tokohnya. Alkisah, kelima anggota tim ini mengalami kesulitan finansial dan siapa yang menyangka usaha penyamaran mereka itu malah membuahkan bisnis yang sukses besar hingga diliput media nasional.

Semua disebabkan resep ayam turun temurun keluarga Detektif Ma yang luar biasa enak dan membikin nagih penikmatnya. Viral di berbagai kanal media arus utama hingga media sosial membuat Kapten Go dan seluruh timnya kesulitan melanjutkan investigasi mereka. Informasi mereka telah terpapar di mana-mana dan hanya Detektif Young-Ho yang masih berniat melanjutkan penyelidikan mereka.

Sedari awal tentu saja kita selaku penonton sudah tahu bahwasanya tim geblek ini akan menuntaskan misi mereka dengan menangkap bandar narkoba. Meskipun begitu film korea Extreme Job ternyata sama sekali tidak menjemukan bahkan hingga di penghujung film berakhir.

Di awal kita melihat para detektif ini sebagai anggota yang tidak kompeten tapi kita luput untuk mempertanyakan: apa yang menyebabkan mereka menjadi spesial selain kelakuan bodornya itu?

Ini semua disimpan Lee Byeong-Hun hingga di akhir film. Aksi laga terakhir itu adalah puncaknya dan sama sekali tidak divisualisasikan secara irasional. Kita tertawa terbahak-bahak bukan karena adegan perkelahian antara tim SATGAS dan geng bandar narkoba melainkan akibat terbongkarnya seluruh latar belakang para kelima detektif itu.

BACA JUGA  Review Film Kim Ji-Young Born 1982 (2019)

Mudah Dilupakan

Review-Extreme-Job-2019_KukuhGiaji

Di samping naskah yang baik dan karakter yang solid itu film korea Extreme Job sebenarnya tidak memorable dan mudah dilupakan. Ini adalah film yang hanya bertujuan menghibur dan menghilangkan penat penontonnya –– tidak lebih dan tidak kurang.

Berbeda misalnya dengan One Cut of the Dead (2018), film komedi jepang yang tidak biasa itu berhasil mengobrak abrik tidak hanya dari genre namun juga storytelling dan teknis pembuatan filmnya.

Extreme Job setidaknya adalah film yang mesti ditonton sekali seumur hidup. Film ini asik, menyenangkan dan tidak bisa dipungkiri tidak membosankan untuk ditonton berkali-kali jika kita sedang dalam kondisi bad mood.

Leave A Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close