Review Film Korea Svaha The Sixth Finger (2019)

Film korea Svaha The Sixth Finger (2019) mengisahkan investigasi Pastor Park (diperankan Lee Jung-Jae) mengenai kemunculan berbagai kultus baru yang menyesatkan di Korea Selatan. 

Jang Jae-Hyun selaku sutradara dan penulis naskah tampak memiliki ambisi besar terhadap fim korea terbarunya ini. Terbukti dari kompleksitas cerita yang tidak hanya mempersoalkan aksi penipuan lembaga keagamaan melainkan juga merentet pada kisah klasik agama Buddha.

Svaha dibuka dengan adegan perempuan bersalin yang akhirnya melahirkan anak kembar meski harus meregang nyawanya. Sayangnya, salah satu anak yang baru lahir itu diduga merupakan jelmaan iblis. Tidak sulit untuk memprediksikan kalau premis film ini tentang hari kiamat.

Pada banyak mitos, kemunculan iblis selalu dikait-kaitkan dengan akhir zaman. Maka sudah pasti iblis yang baru lahir itu adalah musuh utama dari karakter protagonis dalam film yaitu Pastor Park. Namun sebagaimana film thriller korea lainnya, Svaha The Sixth Finger tidak berjalan secara linier. Banyak rahasia tersembunyi yang mesti dikuak.

Ditambah sosok Pastor yang skeptis terhadap agama itu menjadi konflik tersendiri dalam film. Sebelumnya, The Wailing (2016) menggunakan premis serupa bahkan lebih jelimet lagi yaitu melibatkan agama dan sejarah peperangan Jepang. Film garapan Na Hong-Jin itu bisa menjadi pembanding yang baik bagi Svaha karena menggunakan storyline serupa.

Perbedaan besar di antara keduanya adalah The Wailing jelas merupakan film horor dan berani langsung memberikan informasi tentang legenda dan praduga siapa pelakunya.

Berlawanan, Svaha terlihat bertele-tele untuk menjelaskan jalan ceritanya. Di awal kita mengetahui ini film tentang kebangkitan iblis, di tengah cerita tiba-tiba kita dihadapkan pada penyelidikan logis Pastor Park dan Yo-Sub (diperankan David Lee) yang lalu menuntun mereka kepada pertanyaan besar:

BACA JUGA  Review Film Korea Extreme Job (2019)

apakah benar telah ada Buddha dan Iblis yang turun ke bumi?

Kisah Keagamaan yang Membingungkan

Svaha-The-Sixth-Finger-Review_KukuhGiaji

Bagi mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang buddhisme sudah barang tentu akan kewalahan mengikuti jalan cerita pada film korea Svaha The Sixth Finger. Alih-alih memberikan penjelasan, film ini malah justru membingungkan karena terlalu berfokus pada karakter Pastor Park padahal film ini tidak sedang membicarakan tentang investigasi penipuan kultus melainkan hitam putihnya agama.

Selain itu, Jang Jae-Hyun juga tampak berbelit-belit dalam menyelesaikan satu misteri ke misteri lainnya. Ambillah contoh ketika Kapten Polisi Hwang (diperankan Jung Jin-Young) dan timnya menemukan mayat anak kecil. Pastor Park menemukan bahwa ada kemungkinan banyak anak telah diculik dan dibunuh dengan ciri-ciri tahun kelahiran yang sama. Toh, pada akhirnya Hwang menyadari itu berkat dibantu si Pastor dan sayangnya itu semua terjadi di akhir film ketika Hwang melihat kumpulan poster anak hilang.

Terlalu banyak keputusan-keputusan tidak logis yang dilakukan oleh para tokoh dalam film ini. Di samping kekurangannya itu, ada kelebihan utama dalam film ini yakni visual simbol-simbol buddhisme yang menstimulasi jalannya cerita. Grafis-grafis yang menyeramkan itu setidaknya berhasil membangun atmosfir menegangkan dan menyeramkan. Terutama gambar gajah yang berulang kali dimunculkan dan ternyata literally dihadirkan juga sosok gajah itu meskipun saya malah jadinya bertanya: “how the hell elephant got into that room?”.

Dengan total durasi 122 menit, film korea ini bagi saya sangat teramat melelahkan untuk ditonton. Masa untuk menjelaskan makna “Sixth Finger” saja mesti nyaris selama dua jam. Sangat kontras dengan The Wailing (2016) yang padahal durasinya lebih lama 30 menit itu tetap bisa dinikmati dan diikuti dengan hikmat.

BACA JUGA  Review Film Kim Ji-Young Born 1982 (2019)

Pendukung Yang Tidak Mendukung

Shava-the-Sixth-Finger

Hal yang paling mengecewakan dalam film ini adalah banyak karakter pendukung yang sebenarnya penting tapi tidak dieksplorasi oleh Jang Je-Hyun. Misalnya Na-Han (diperankan Park Jung-Min) yang menjadi sentral cerita hanya dikisahkan sekelibat saja itupun lewat temuan-temuan dari investigasi Pastor Park.

Begitu pula tokoh Geum-Hwa (diperankan Lee Jae-In) hanya tampil sekilas padahal Svaha dari awal tengah mempersoalkan kemunculan iblis yang notabanenya adalah kembaran Geum-Hwa.

Parahnya lagi, film korea Svaha The Sixth Finger ini juga memiliki tokoh yang sama sekali tidak esensial dalam mendukung jalan ceritanya, misalnya tokoh Kapten Polisi Hwang. Padahal tokoh kapten ini memiliki potensi, entah itu untuk membantu Pastor Park atau juga malah se remeh temehnya menjadi korban aksi musuh utama kita.

Bagi saya, Jang Je-Hyun telah gagal meracik dan meramu jalan cerita yang baik dalam film ini yang malah berakhir menimbulkan pening bagi saya selepas menonton

Leave A Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close