Web Series Addicted / Heroin (2016): Saat Kekerasan Menjadi Candu

Di Asia, istilah tema homoseksual dalam media sering disebut sebagai film, serial drama ataupun web series boys love. Saya sendiri tidak sengaja terpapar tayangan-tayangan semacam ini di youtube. Selidik demi selidik ternyata ada satu pola besar atas alur cerita dalam genre boys love yaitu ada tokoh laki-laki yang maskulin (berperan sebagai ‘si pria’) dan pasangannya kemudian berperangai feminin (berperan sebagai ‘si perempuan’).

Dominasi heteronormativitas semacam ini cenderung ditemukan hampir di seluruh tayangan mengenai homoseksual. Tampaknya identitas homoseksual sangat sulit dilepaskan dari cara pandang dunia yang heteroseksual. Dalam dimensi yang berbeda

Menceritakan Gu Hai (diperankan Huang Jing Yu), yang memutuskan kabur dari rumah setelah mengetahui ayahnya telah menikahi seorang perempuan yang lalu berkeinginan untuk membawa  putra kandungnya. Tak terima, Gu Hai memutuskan untuk pindah sekolah dan tinggal di perkampungan. Di sekolah barunya itu, ia bertemu dengan Bai Luo Yin (diperankan Xu Wei Zhou), pemuda cerdas, keras kepala, dan introvert. Watak keduanya sangat bertolak belakang di mana Gu Hai sangat pemalas, bebal, dan ekstrovert.

Perbedaan kelas dalam web series boys love Addicted hadir lewat dua tokoh utama tersebut yaitu Lou Yin hanyalah seorang pemuda miskin yang tinggal dengan ayah dan kakeknya sementara Gu Hai berasal dari kelas atas dan bahkan ayahnya merupakan seorang perwira militer. Entah bagaimana Gu Hai pelan-pelan jatuh hati kepada Luo Yin, yang awalnya tidak menyambut perasaan itu.

Fetisme Si Kaya dan Si Miskin

Serupa dengan banyak drama-drama heteroseksual lainnya pola narasi dalam Addicted memusatkan perhatian adanya distingsi kelas antara kedua tokoh utamanya. Jalan cerita yang lazim ditemukan adalah si kaya akan menyelamatkan si miskin dari kenestapaan lalu mereka saling jatuh cinta dan hidup bahagia selamanya.

Hipotesis di atas terbukti benar adanya dari penokohan Gu Hai yang gemar memberikan barang dan perhatian berlebih kepada Luo Yin. Gu Hai bertindak sebagai pihak dominan yang tugasnya adalah penderma dan Luo Yin tentu saja diposisikan pasif dan tugasnya adalah penadah. Bagi kalangan bawah seperti Luo Yin yang jarang mendapatkan perhatian dari seseorang karena ia harus kerja rodi untuk bertahan hidup tentu saja Gu Hai akan memberikan kesan tersendiri baginya. Kesan ini lalu berubah menjadi wujud yang lebih nyata yakni cinta.

BACA JUGA  Film No Touching at All (2014): Nikmatnya Cinta Terlarang

Hubungan cinta antara si kaya dan si miskin semacam itu sangat sering kita temukan dalam kebanyakan tayangan opera sabun atau telenovela. Misalnya Marimar (1994), telenovela meksiko yang menceritakan perempuan pantai bernama Marimar yang tinggal di gubuk reyot bersama kakeknya itu jatuh cinta kepada Sergio, pemuda tampan nan kaya raya. Narasi serupa juga akan kita temukan pada berbagai judul sinetron Indonesia. Lazimnya kekayaan akan selalu berperan sebagai permasalahan dan sekaligus merupakan solusi. Kekayaan akan selalu memakan kemiskinan seolah-olah miskin merupakan hal paling hina di muka bumi.

Ini terlihat dari fakta bahwa ibu tiri Gu hai adalah ibu kandung Luo Yin, yang meninggalkan putra kandungnya itu lantaran tidak dapat hidup bersama suaminya yang miskin. Kekayaan adalah jalan keluar dari nestapa hidup. Sama juga dengan sikap Luo Yin yang suka tidak suka harus kita akui bahwa ia kemudian jatuh hati lantaran adanya perhatian dan barang-barang mewah pemberian Gu Hai. Hidupnya menjadi semakin lebih mudah dan berdaya disebabkan Gu Hai.

Fetisisme terhadap percintaan antara si kaya dan si miskin ini lalu seolah menjadi standar cerita pada web series boys love terutama yang berasal dari Cina sebut saja ada Counterattack (2015) dan Like Love/ I Love You Even You Are A Man (2014).

Pada tataran yang lain, dimensi kekerasan seksual yang diromantisasi turut menyertai jalannya cerita boys love sebagaimana ditemukan juga dalam Addicted.

Romantisasi Kekerasan Seksual

Di ranah privat yaitu tempat tidur, karakter Gu Hai seringkali memaksa Luo Yin untuk tidur bersebelahan dengannya dari sekedar cuddling hingga berciuman dan berhubungan intim.

Secara visual, kita dihadapkan pada upaya Gu Hai ini sebagai langkah yang romantis untuk mendekati Luo Yin. Gu Hai memaksa dan Luo Yin menolak tetapi pada akhirnya Luo Yin akan pasrah dan menerima paksaan seksual itu. Rasa-rasanya “Malu Malu Kucing” adalah peribahasa yang tepat untuk menjelaskan bagaimana pemilihan sudut kamera dan adegan digunakan untuk kehidupan privat Gu Hai dan Luo Yin.

Kita bisa amati dari sulitnya untuk menemukan bukti atas sikap consent (persetujuan) Luo Yin terhadap perilaku seksual Gu Hai kepadanya. Luo Yin selalu cenderung menampilkan muka masam selepas berhubungan seksual dengan Gu Hai.

Misalnya, pada episode 12 ketika adegan Lou Yin berganti pakaian di depan Gu Hai dianggap sebagai pancingan yang kemudian pakaiannya dilucuti oleh Gu Hai dan adegan berlanjut di mana ia dimasturbasi paksa padahal sebelumnya Luo Yin memohon agar Gu Hai menghentikan perbuatannya tersebut.

BACA JUGA  Film No Touching at All (2014): Nikmatnya Cinta Terlarang
Deleted Scene Addicted Web Series

“Pandangan” atau tafsir yang bermasalah ini lagi-lagi sangat lazim digunakan oleh pria heteroseksual yang memandang perempuan sebagai objek. Mengikuti logika ini maka Gu Hai tak lebih memandang Luo Yin sebagai objek dan fantasi seksual untuk dirinya.

Parahnya, ini diromantisasi sedemikian rupa dalam web series boys love Addicted melalui pilihan frame, gerak kamera, dan alur ceritanya. Paling kentara sikap persetujuan Luo Yin ditemukan pada episode 15 di dalam mobil ketika Gu Hai ingin bercinta dengannya di mana awalnya ia bersikap kesal padahal “malu-malu” tetapi akhirnya merespons tindakan seksual Gu Hai. 

Upaya-upaya Gu Hai tersebut adalah bentuk dari grooming yaitu menjalin hubungan emosional dengan seseorang (biasanya adalah anak-anak) agar mendapatkan kepercayaan mereka untuk tujuan pelecehan dan eksploitasi seksual. Melalui perhatian, pemberian hadiah dan aksi seksual itu Luo Yin bisa kita lihat sebagai sosok yang tengah dipersiapkan oleh Gu Hai untuk menjadi target emosional dan seksualnya. Gu Hai sebagai sosok groomer mencoba mengisolasi kehidupan Luo Yin dari teman dan keluarganya terlihat dari terobsesinya dia kepada Luo Yin.

Misalnya dari caranya marah dan melarang Luo Yin untuk dekat dengan sahabatnya sendiri dan meminta untuk tinggal bersamanya. Berkat cara-cara ini, Gu Hai bisa mengendalikan dan mengintimidasi Luo Yin yang kemudian parahnya oleh si pengarang dihadirkan dalam bentuk yang romantis.

Proses grooming ini diafirmasi Luo Yin yang akhirnya (katakanlah) jatuh cinta kepada Gu Hai meskipun telah mengalami tindakan kekerasan seksual berkali-kali.

Meskipun tidak menggunakan tokoh laki-laki yang maskulin dan feminin pada kisah percintaannya namun nyatanya budaya patriarki heteroseksual hadir dalam serial drama ini berupa kekerasan seksual yang dijadikan seolah-olah tindakan lazim dan romantis dalam percintaan homoseksual. Kekerasan dalam serial ini serupa heroin yang memberikan rasa ketagihan dan kecanduan kepada penikmatnya. Mungkin sebab itulah judulnya Addicted / Heroin.

Addicted Stream Now on Youtube
Leave A Response

Leave a Reply

Close
%d bloggers like this: