Selain Parasite, Ini 3 Film Bong Joon Ho Sarat Kritik Sosial

Cover Film bong joon ho_Kukuh Giaji

Sepanjang tahun 2019 film Bong Joon Ho “Parasite” (2019) menjadi perbincangan hangat karena menjadi film Korea pertama yang meraih penghargaan Palme d’Or dalam ajang penghargaan Cannes Film Festival. Palme d’Or sendiri dipandang sebagai penghargaan paling prestisius dalam industri film yang diberikan kepada sutradara.

Menurut saya sendiri alasan utama mengenai kemenangan Parasite disebabkan karena film ini menggambarkan ketimpangan sosial dan kehidupan masyarakat kapitalis secara tedas yang tidak hanya terjadi di Korea Selatan melainkan seluruh dunia. Oleh karena itu, film ini sangatlah relatable dengan keadaan masyarakat kontemporer. Musuh kita bersama adalah para kapitalis atau penguasa yang berupaya memapankan kekuasaannya dengan cara mendisiplinkan masyarakat hingga ke ranah privat mereka, yang dalam konteks Parasite adalah letak rumah.

Meski begitu, Parasite bukanlah film pertama Bong Joon Ho yang menggunakan isu-isu sosial sebagai tema utama filmnya. Berikut ini adalah 3 film korea yang wajib ditonton kalau kamu suka dengan Parasite:

The Host (2006)

The Host (2006)

Film Korea bergenre fantasi ini mengisahkan munculnya sesosok monster raksaksa di Sungah Han diakibatkan oleh militer Amerika yang membuang lebih dari 200 tong “formaldehyde”. Bahan kimia tersebut ternyata memunculkan efek mutasi kepada ikan-ikan yang berada di Sungai Han hingga bertransformasi menjadi mahluk raksaksa yang menyerang masyarakat sipil.

Film ini terinspirasi dari peristiwa nyata yang terjadi pada tahun 2000 ketika dilaporkan bahwa militer Amerika berbasis di SEOL memerintahkan untuk membuang “formaldehyde” ke saluran pembuangan secara sembarangan, dan tidak memikirkan bagaimana dampaknya kepada masyarakat lokal.

Bong Joon Hon mengutarakan, film The Host adalah sebuah karya satir berbentuk kritik politik terhadap Amerika Serikat, dan sekaligus tanggapan atas sejarah panjang kepemerintahan Korea Selatan yang dinilai tidak berpihak pada kelas bawah1.

Snowpiercer (2013)

Snowpiercer__Film Bong Joon Ho_KukuhGiaji
Snowpiercer (2013)

Film fiksi ilmiah ini digadang-gadang sebagai salah satu film Bong Joon Ho terbaik. Snowpiercer berpusat pada ide sistem dan relasi antar kelas yang terjadi di masa setelah dunia berakhir (post-apocalyptic).

Alkisah, bumi tengah berada di periode zaman es sehingga semua penyintas kini tinggal di dalam sebuah kereta yang terdiri atas sejumlah gerbong. Semakin gerbong mengerucut ke belakang, maka semakin rendah kelas yang dimiliki si penumpang.

Kerja paksa pun terjadi demi mempermudah hidup para penguasa di gerbong-gerbong utama. Bentrok antar kelas pun tak terhindarkan guna mengakhiri tirani tak berkesudahan. Para penghuni gerbong yang berstatus sebagai buruh lalu berupaya untuk menerjang gerbong utama.

Ide besar yang kemudian diberikan Bong Joon Ho melalui Snowpiercer adalah di akhir film yang di mana semua penumpang kereta tewas, kecuali dua anak kecil. Ini dimaksudkan sebagai akhir yang bahagia karena dua anak kecil itu adalah sebuah generasi yang hanya mengenal kehidupan di dalam kereta saja sehingga tidak perlu membandingkan dengan kehidupan “sebelumnya”2.

Generasi yang direpresentasikan melalui dua anak kecil itu menurutnya akan mampu membangun suatu peradaban baru ras manusia yang lebih baik.

Okja (2017)

Okja (2017)

Okja adalah film Bong Joon Ho favorit saya yang menampar habis-habisan mengenai hubungan antara pola konsumsi masyarakat modern dengan hewan sebagai sumber daya utama pangan sehari-hari.

Film ini menceritakan perjuangan gadis cilik bernama Mija yang berusaha menyelamatkan babi peliharaannya bernama Ojka. Mija pun harus melawan pemilik perusahaan multinasional demi menyelamatkan Okja. Sepanjang film berjalan, kita akan mendapati kenyataan bagaimana kekejaman industri makanan dalam menyuplai produknya dengan cara mengembangbiakkan hewan secara tidak alamiah dan penuh kekerasan.

Menariknya, alih-alih menganggap Okja sebagai pernyataan politik, Bong Joon Ho malah mengungkapkan bahwa filmnya ini adalah love story antara anak kecil dengan hewan peliharaannya3. Mungkin karena itulah film ini mampu menangkap sebuah kengerian yang nyata, terutama untuk mereka yang memiliki hewan peliharaan karena dapat dengan mudah membayangkan nasib peliharaan mereka berakhir menjadi makanan cepat saji.

Akhir kata, selamat menikmati film-film Bong Joon Ho.

Sumber terkait:

[1] http://hollywoodgothique.bravejournal.com/entry/24485

[2]https://www.vulture.com/2014/06/director-bong-joon-ho-talks-snowpiercers-ending.html

[3]https://lwlies.com/interviews/bong-joon-ho-okja/

Leave A Response
Giaji

Giaji

A 20-something who loves writing and watching mostly k-dramas. Apart from tv and movie reviews, I also talk and discuss about cultural and media issues. If you find my blog useful and helpful don't forget to subscribe. Thanks for reading!

Leave a Reply

%d bloggers like this: